Disdukcapil OKU Lakukan Jemput Bola Perekaman E-KTP

oleh -28 views
Kepala Disdukcapil OKU Ajahri

BATURAJA OKU-Guna mempercepat perekaman KTP Elektronik kepada warga di Kabupaten OKU, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab OKU melakukan program jemput bola. Baru-baru ini Disdukcapil mendatangi tujuh desa di Kecamatan Lubuk Raja dan enam desa di Kecamatan Peninjauan OKU. Hal ini dilakukan, karena hingga sampai saat ini, masih belum melakukan perekaman e-KTP di Kabupaten OKU. Ini kami lakukan agar masyarakat bisa lebih cepat proses perekaman e-KTP dan segera mendapatkan e-KTP, kata Kadisdukcapil Kabupaten OKU, Ajahari, Rabu (03/10).

Ditambahkannya, sebanyak 95 warga Kecamatan Lubuk Raja sudah melakukan perekaman data kependudukan di tujuh kantor desa. Kemudian untuk di Kecamatan Peninjauan sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 635 orang. Ke tujuh desa yakni Desa Bunglai sebanyak 415 orang, desa Mandala sebanyak 33 orang, desa Belimbing sebanyak 46 orang, desa Karang Dapo sebanyak 36 orang, desa Lubuk Rukam sebanyak 36 orang, desa Saung Naga sebanyak 35 orang dan desa Durian sebanyak 34 orang. Dengan demikian, warga bisa sekaligus melakukan perekaman e-KTP, mengurus Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran, ujarnya.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Yanizi

Kadisdukcapil menjelaskan, perekaman e-KTP dan pengurusan KK dan Akte Kelahiran ini dilakukan karena Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) OKU memperbanyak program jemput bola. Sehingga warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan bisa merekam data kependudukan di kantor desa. Ia melanjutkan, tidak akan mungkin dapat selesai 100 persen, karena setiap harinya akan ada warga yang baru memasuki usia wajib e-KTP. Oleh karenanya jumlahnya akan terus bertambah. Namun dengan upaya jemput bola yang kami lakukan, akan ada dampak semakin cepat warga melakukan perekaman dan segera mendapatkan e-KTP, tuturnya.

Baca Juga :   Sekda Lantik 263 Jabatan Fungsional & Meminta ASN Amanah Dalam Bekerja

Kadisdukcapil OKU menambahkan, untuk e-KTP yang sudah jadi akan didistribusikan langsung ke Kelurahan/Desa, agar bisa segera dibagikan kepada warga masyarakat. Setiap hari pembuatan e-KTP terus diproses. Perekaman e-KTP dan pengurusan KK dan akte kelahiran ini dilakukan karena Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) OKU memperbanyak program jemput bola. Sehingga warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan bisa merekam data kependudukan di kantor desa.

Ditempat yang sama, Kabid Pelayanan Pendafaran Penduduk Disdukcapil OKU Yanizi menuturkan, masyarakat di berbagai desa di dua Kecamatan yang kami kunjungi sangat antusias mengurus berkas dan perekaman data kependudukan saat ada program jumput bola tentang perekaman e-KTP di desanya, sehingga mereka tidak perlu bersusah payah untuk datang ke kantor Kabupaten atau ke kantor Kecamatan. Kita sudah siapkan alat perekaman, yang nantinya hasil perekaman dimasukkan ke data, tujuan lainnya juga warga yang nantinya dapat identitas diri dan  bisa menyalurkan hak suaranya pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, ungkapnya.

Pegawai sedang melayani warga

Namun data kependudukan bersifat fluktuatif atau berubah setiap saat, dikarenakan terdapat penduduk yang memasuki usia 17 tahun, penduduk yang pindah domisili dan penduduk yang meninggal dunia. Data terus berubah karena sifatnya fluktuatif, yang terpenting kami harus mengetahui data ganda di suatu desa atau data penduduk yang meninggal, pindah dan memasuki usia 17 tahun, maka akan ketemu jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Terkait dengan persiapan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, Ia mengaku terus melakukan jemput bola perekaman data e-KTP, khususnya bagi warga yang memasuki usia 17 tahun pada 17 April mendatang. Tanggal 17 April 2019 mendatang pelaksanaan Pileg dan Pilpres, hal tersebut menjadi perhatian kami, khususnya pemilih pemula yang pada tanggal tersebut memasuki usia 17 tahun dan mempunyai hak pilih.

Baca Juga :   PEMKAB OKU, POLRES OKU MOU DENGAN BPJS KESEHATAN DAN KETENAGAKERJAAN

Kami rutin mendatangi setiap desa dan kecamatan untuk jemput bola perekaman e-KTP. Mendekati akhir tahun nanti jemput bola akan sekaligus beberapa desa digabung jadi satu, agar lebih cepat. Adapun kendala dalam perekaman e-KTP ini adalah masih banyaknya warga yang belum melaporkan atau membuat akta kematian kerabatnya, sehingga menjadi data ganda karena belum tercoret dari database Disdukcapil. Pungkasnya (yudi)