Satu Keluarga di Palembang Tewas Mengenaskan, Diduga Dibunuh/Bunuh Diri

oleh -57 views

PALEMBANG-Belum hilang ingatan kita dengan kejadian tewasnya satu keluarga di Dili Serdang, Sumatera Utara, kali ini terjadi lagi aksi pembunuhan sadis satu keluarga yang terdiri dari Suami Isteri dan dua anaknya ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala. Korban adalah Fransiskus Xaverius ONG (47), isterinya Margaret Yentin Liana (43) dan kedua anaknya yakni Rafael Fransiskus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11). Kejadian di rumah di Jalan Said Toyib, Komplek Villa Kebun Sirih, Bukit Sangkal, Blok A 18, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatera Selatan pada, Rabu (24/10).

Kronologis, pada pukul 06.00 WIB pembantunya Dewi dan Sarah bangun pagi dan hendak melaksanakan aktifitas di dalam rumah (pembersiah dan membuat sarapan), pada saat masuk ke dalam kamar Rafael Fransiskus, saksi melihat Rafael Fransiskus dalam keadaan tertelungkup bersimbah darah dan terdapat luka dibagian kepala, melihat keadaan Rafael Fransiskus, Dewi dan Sarah terkejut serta berteriak minta tolong kepada tetangga.

Kemudian, pukul 06.30 WIB para tetangga beserta Ketua RT 05, Purwadi datang kelokasi dan menemukan korban Rafael Fransiskus didalam kamar sudah tidak bernyawa lagi, selanjutnya Ketua RT 05 melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa (Serka Alimudin) dan Babinkamtibmas Aipda Sudarman.

Pukul 07.30 WIB Anggota Polsek Kalidoni dan Polda Sumsel datang kelokasi dan melakukan oleh TKP ditemukan 3 korban meninggal dunia masing-masing didalam kamar : Kathlyn Fransiskus (Perempuan), dalam keadaan terlentang dengan luka bekas tembakan dibagian kepala. Fransiskus Xaverius ONG (Suami) dan Margaret Yentin Liana (Istri) dalam satu kamar dalam keadaan terlentang dan terdapat luka tembak dibagian kepala, untuk Istri dan bagian bawah dagu. Suami serta terdapat Senjata Api jenis Revolver masih digenggam oleh suami.

Baca Juga :   ALQURAN BERTINTA EMAS RATUSAN TAHUN DI PALEMBANG

Selanjutnya, pukul 08.00 WIB keempat korban dibawa oleh Mobil Ambulan Polda Sumsel menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilaksanakan otopsi. Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara saat ditemui media dilokasi kejadian mengatakan, jika keempat jenazah korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel untuk di autopsi. Keempat jasad korban sudah kita bawa ke rumah sakit untuk di autopsi. Untuk motif pembunuhan belum diketahui. Namun, pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, ungkap Yoga.

Pesan di HP ditempat kejadian perkara

Sementara, kakak ipar korban yang bernama Effendi mengatakan jika dirinya mendapat kabar kalau korban tewas dari keluarga. Dua pembantu Dewi dan Sarah yang bekerja di rumah korban juga masih ada. Selain itu, lanjut Effendi, tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban. Begitupun dengan pintu rumah maupun jendela, tidak ada yang rusak. Ditemukan satu buah Pistol dan selongsong peluru, ujarnya.

Ada kemungkinan ini bunuh diri, karena ditemukan pistol dan selongsong peluru. Barang berharga juga tidak ada yang hilang. Namun kita masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian, tutur Effendi. Hal ini karena polisi menemukan pesan yang diduga surat wasiat oleh Fransiscus. “Aku sudah sangat lelah. Maafkan aku. Aku sangat sayang anak dan istriku.. Choky dan Snowy (nama anjing keluarga mereka). Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini” begitu isi tulisan. Pungkasnya (heru/yudi)