Mentan SYL: Pandemi Covid-19 Tidak Menghalangi OKU Timur Sebagai Lumbung Beras di Indonesia

oleh
Mentan RI bersama Gubernur, Anggota DPR RI dan Bupati OKU Timur

BELITANG OKUT,Samudra.News-Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH melakukan kunjungan kerja di Kabupaten OKU Timur, Sumsel guna melakukan Panen Raya Padi IP-200 di Desa Srikaton, BK-2, Kecamatan Buay Madang Timur, OKU Timur, Sabtu (3/4/2021).

Dari pantauan media acara tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI Ny. Hj. Percha Lean Puri, Dirjen di Kementan RI, Bupati OKU Timur H. Lanosin Hamzah, Plh. Bupati OKU H. Edward Candra,  Anggota DPRD Provinsi Sumsel, Direktur BSB, Forkopimda OKU Timur, DPRD OKU Timur, OPD, Kabag, Camat, Lurah/Kades Se OKU Timur, BUMN/BUMD serta Undangan Lainnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan yang kini menjabat Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) ini terus mendorong pengembangan pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Pertanian khususnya di Belitang OKU Timur tidak asing lagi tentang namanya Lumbung Pangan khususnya Padi.

Gubernur, Bupati dan Mentan RI usai panen raya padi

Pertanian telah berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional dan menyumbang pada kehidupan dari zaman Orde Baru dulu sampai sekarang. Saat ini di era pandemi Covid-19, sektor yang meningkat pertumbuhannya hanya pertanian, ujarnya.

SYL menjelaskan dalam upaya mewujudkan kemajuan di sektor Pertanian yang mandiri, mensejahterakan pertanian dan terus berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terobasan yang diimplementasikan yakni tak hanya menyalurkan bantuan fisik atau input produksi dan pendampingan. Akan tetapi, juga menyalurkan fasilitas dana kredit usaha rakyat (KUR) yang benar-benar membantu permodalan dan kemajuan petanian.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian SYL terus melakukan pengawalan Panen Raya Padi dan gerakan serap gabah petani di semua daerah dan kali ini di OKU Timur, Sumsel. Upaya yang masif dilakukan tanpa kenal hari libur ini dilakukan guna mengoptimalkan hasil panen untuk menjamin stok beras nasional dan menstabilkan harga gabah/beras petani saat musim panen raya.

Baca Juga :   Rakorcabsus DPC PPP: Kuryana-Johan Nyatakan Tidak Merampas Parpol
Mentan meninjau penanaman Padi jenis IP-300

Dilanjutkannya, Menteri Pertanian menyatakan, Pertanian adalah menjadi jawaban dari aktivitas pemerintah yang secara kasat mata meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena profesi petani merupakan profesi yang tetap bertahan ditengah pandemi Covid-19.

SYL menjelaskan upaya pemerintah tidak hanya sampai pada tahap peningkatan produksi, namun juga meningkatkan penanganan pasca panen yakni dryer dan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan sehingga beras yang dihasilkan petani berkualitas tinggi dan mudah diserap dengan harga yang memberikan keuntungan. Sehingga secara bertahap dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan sektor pertanian semakin terdepan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, tidak hanya budidaya kita dorong, tapi juga pasca panennya salah satunya kualitas RMU sehingga beras yang dihasilkan dalam packeging dan kualitas yang bagus dan juga harganya tidak di luar HPP, imbuhnya.

Sambutan Gubernur Sumsel Herman Deru

Hari ini saya bersama Gubernur dan Bupati bersinergi dalam memajukan sektor pertanian, sebab membangun pertanian itu tidak bisa sendiri-sendiri. Memang saat ini produksi pertanian seluruh Indonesia lagi melimpah karena Panen Raya Padi, tentu saja kita terus menjaga agar harga gabah/beras petani termasuk di OKU Timur ini tetap dalam koridor pengendalian harga.

Menteri Pertanian juga menegaskan pemerintah berkomitmen membantu petani agar tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan prasarana dan sarana produksi padi hingga menangani pascapanen agar harga gabah/beras tetap terjaga. Oleh karena itu, Kementan terus bekerja sama dengan perbankan menyediakan fasilitas permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengungkapkan apresiasi atas kehadiran Menteri Pertanian di OKU Timur dalam memberikan semangat kepada petani, memajukan pertanian dan solusi nyata tentang serap gabah saat musim panen raya sehingga harga stabil.

Foto bersama dengan Menteri Pertanian SYL

Produksi padi Provinsi Sumsel tahun 2020 mencapai 2,74 juta ton GKG atau setara 1,57 juta ton beras dan terjadi surplus 622.306 ton beras. Adapun potensi panen Januari-April 2021 Provinsi Sumsel seluas 405.404 hektare dan luas panen bulan April ini mencapai 84.216 hektar.

Baca Juga :   Penduduk Laki-laki di OKU Lebih Banyak Dari Perempuan

Harga gabah/beras memang fluktuatif meskipun ada HPP. Produksi padi kita tingkatkan dan hasilnya produksi padi di Sumsel tinggi. Ini adalah keberhasilan program Kementerian Pertanian yang sangat diapresiasi.

Salah satu cara meningkatkan produksi beras melalui program 1000 penyuluh dan membentuk komando strategis pembangunan pertanian (Kostratani) yang tersebar di seluruh Kecamatan di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel, katanya.

Diakhir acara Menteri Pertanian memberikan bantuan bagi para petani, diantaranya Bibit Padi, Bibit Kelapa, Sperma Kerbau, Bibit Itik, Benih Jagung dan Saprodi, pungkasnya (yudi).