Warga Desa Tanjung Menang Kecawa Dengan Lambanya Petugas PLN Memperbaiki Aliran Listrik

oleh -893 Dilihat
Suasana listrik mati di desa Tanjung Menang Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan

Buay Pemaca OKUS,Samudra.News-Karena sering  padam dan sepaning listrik secara mendadak di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan(OKUS), membuat masyarakat merasa kecewa. Bahkan dalam bulan Meret ini adalah bulan Suci Ramadhan Lampupun dari pagi sampai malam pun masih tidak setabil.

Menanggapi hal itu, Ahmad, salah satu masyarakat Desa Tanjung Menang Kecamatan Buay Pemaca mengatakan, dari jam 07:30 WIB lampu mati hidup atau sepaning hal ini masa tidak ada tindakan dari petugas PLN yang bertugas untuk memperbaikinya, ucapnya lagi menikmati berbuka puasa dengan lampu batok.

Seharusnya, kalau memang ada gangguan, tolong dikasih tahu kepada masyarakat. minimal disampaikan melalui surat edaran atau melalui media,” ungkap Ahmad, Jum’at (23/3/2024) malam.

Dan jika ada gangguan atau tiang yang tumbang, lanjutnya, seharusnya pihak PLN lebih sigap dalam hal ini. “Karena kalau ini terus berlarut, maka masyarakat sangat kecewa dengan pelayanan yang ada.

Apa lagi kalau masyarakat memasak sudah memakai alat eletronic semua, menyangkut lampu tidak setabil begini. Itu belum menyangkut elektronik yang rusak. Kalau masyarakat terlambat sedikit membayarnya sudah mulai mau dicabut. perhatikan dong kepentingan masyarakat dibawah,” ujarnya.

“Saya heran pada akhir-akhir ini sering sekali lampu hidup mati hidup mati tanpa memberitahukan terlebih dahulu ke masyarakat. Apa dia tidak tahu, kalau sering mati dan hidupnya lampu itu membuat daya listrik naik, tentunya membuat tarif tambah naik,” tegasnya.

Hal senada juga keluhkan oleh Dewi, Ia sangat kecewa dengan lampu  listrik tersebut tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat. Setidaknya, kalau ada pemberitahuan masyarakat bisa siap siap untuk menghadapi lampu yang sering hidup mati tersebut.

“Terkadang kondisi lampu mati hidup itu disaat kami para ibu-ibu menyiapkan makan keluarga didapur untuk berbuka puasa. Jadi kalau ada pemberitahuan terlebih dahulu, tentu kami bisa mengatur jadwal masak untuk keluarga, dan juga kami berbuka pun harus dengan kondisi lampu mati hidup”  keluhnya.

Baca Juga :   Mantan Pengurus Sriwijaya FC Augie Bunyamin Ditahan Polda Sumsel

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, wartawan Samudra.News mencoba menghubngi  ULP Muaradua,  saat dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp  merespon Ya nanti kami hubungkan dengan yang piket di Karet. bahkan ketika dihubungi via telepon tidak mengangkat panggilan masuk, hal ini sangat di sayang kan  karena berhari hari pln sepaning sampai malam pun belum normal.(ndi)