Gubernur dan Mantan Gubernur Sumsel Hadiri HUT OKU Ke-113

oleh -111 Dilihat
Foto bersama PJ, Ketua DPRD dan Forrkopimda OKU di HUT OKU Ke-113

BATURAJA,Samudra.News-HUT OKU ke-113 dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-V masa persidangan ke-3 Tahun Sidang 2023 oleh DPRD Kabupaten OKU. Rapat Paripurna Istimewa DPRD OKU yang dipimipin oleh Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjiito Bachri didampingi Wakil Ketua I Yudi Purna Nugraha, SH dan Wakil Ketua II, Yoni Risdianto.

Acara tersebut juga Anggota DPRD OKU, Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Ketua TP-PKK Sumsel Febrita Lustia Deru, Penjabat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah bersama Forkopimda, Sekda OKU, Penjabat Ketua TP. PKK OKU Hj.Zwesti Karenia Teddy, Sekwan DPRD OKU dan undangan lainnya. Bertempat di Gedung Kesenian Baturaja-OKU, Sabtu (29/7/2023).

Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachri menyampaikan, berdasarkan Perda Kabupaten OKU nomor 8  tahun 2012 tentang penetapan hari jadi Kabupaten OKU dan keputusan pimpinan DPRD Kabupaten OKU tanggal 27 Juli 2023 nomor 21 tahun 2023 tentang susunan acara serta jadwal rapat paripurna ke-5 DPRD Kabupaten OKU masa persidangan ke-3 tahun sidang 2023 dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten OKU yang ke 113 Tahun 2023.

Ketua DPRD OKU memotong nasi tumpeng HUT OKU ke-113

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim rapat paripurna ke-5 DPRD Kabupaten OKU pada masa persidangan tahun ke-3 tahun sidang 2023, Saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk Umum.ucap Ketua DPRD OKU.

Tepatnya tanggal 29 Juli 2023 dan Kabupaten OKU sudah mencapai usia 113 tahun dengan mengusung tema OKU Maju Mandiri dan berprestasi dalam momentum memperingati hari jadi Kabupaten OKU  yang ke-113 tahun ini,

Atas nama pemerintahan saat ini dan sebelumnya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya apresiasi yang sangat luar biasa kepada para tokoh-tokoh yang telah sangat berjasa mempersiapkan dan memperjuangkan dan ikut serta membangun Kabupaten OKU.

Baca Juga :   PJ Bupati OKU: PPNI Berikan Pelayanan Terbaik Ke Masyarakat Dalam Hal Kesehatan

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT Kabupaten OKU pada saat ini telah berkembang maju dan lebih baik, baik peningkatan serta kualitas hidup para masyarakat di kabupaten OKU, perubahan perubahan ke arah kemajuan, ujarnya.

PJ Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah menyampaikan, saya secara pribadi dan mewakili segenap jajaran  Pemkab OKU dan masyarakat Sebimbing Sekundang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bpk Gubernur dan seluruh tamu undangan yang berkenan menghadiri peringatan hari jadi OKU Ke-113.

Ketua DPRD OKU dan mantan Bupati OKU Syahrial Oesman

Sebagai hari yang bersejarah bagi kita maupun generasi yang akan datang, tentunya harapan dan tekad kita bersama bahwa hasil evaluasi dan kilas balik perjalanan sejarah pemerintahan dan dinamika pembangunan selama kurun waktu 113 tahun dapat menginspirasi dan memotivasi semangat pengabdian ke depan dengan mutu yaitu maju mandiri dan berprestasi.

Sementara itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, dihari jadi ataupun disebut Ulang Tahun dijadikan sebagai tempat introspeksi apa yang telah dilakukan, karena pembangunan terus berjalan dan kita dapat bercermin terhadap apa yang kita lakukan dengan keterbatasan dengan apalagi dengan situasi covid yang telah kita lalui bersama.

Foto bersama Gubernur Sumsel, PJ Bupati dan Forkopimda OKU

Introspeksi dan urai masalah yang ada guna mengevaluasi seperti kata Mahatir bahwa setiap program yang paling penting adalah hasil diagnosa. Maka perlu tindakan maupun aksi. Artinya, jika tidak bisa lagi diobati dan menjadi beban maupun membebani ya harus diamputasi. Maka di momen ini perlu terapi, diagnosa ada peningkatan atau ada perubahan, ucap HD

Lanjut HD, Kabupaten OKU adalah daerah legendaris, maka setiap ada persolan harus didiskusikan bersama dan butuh penanganan sangat fleksibel. Setiap ada masalah akan ada solusi, pembangunan kita klasifikasikan /dikategorikan mana prioritas, super perioritas dan reguler

Baca Juga :   Hukum Menikahi Janda, Benarkah Datangkan Banyak Rejeki

Ditambahkan HD, Sumsel terkenal dengan zero konflik, kita tetap jaga karena dunia ini lagi ada pagar yaitu budaya dengan jiwa perundingan dengan memagari kearifan lokal, Kita harus bangga dengan dengan budaya seperti kearifan lokal seperti bangunan bermotif tanjak, pungkasnya (ADV/Samudra.News).