Permasalahan Cyber Bullying Masih Banyak Terjadi di Indonesia

oleh
Bupati OKU Timur menjadi Key Note Speaker Leterasi Digital

BATURAJA,Samudra.News-Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk meng edukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kabupaten/Kota area Sumatera II,

Kegiatan dilaksanakan mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya. Kegiatan berlangsung, Jum’at (25/6/2021) Pukul 13.00 WIB.

Empat (4) kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema.

Sebagai Keynote Speaker, oleh  Bupati OKU Timur H. Lanosin Hamzah ST, menyatakan bahwa mendukung kegiatan Literasi Digital agar dapat memanfaatkan internet dan teknologi untuk hal yang positif dan kreatif serta menamba daya saing sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan turut membangun Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, dilanjutkan oleh Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi yang memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Digital Skill oleh Ulil Albab, (RTIK & Safenet) dengan  Thema : “Kenali dan pahami rekam jejak di era digital”. Ulil menjelaskan PII (Personal Identifiable Information) atau informasi yang dapat mengidentifikasi diri antara lain  Nama  : nama lengkap, nama ibu kandung; Nomer Identitas : NIK, NPWP, No Kartu Anggota, dan sebagainya; Alamat Pribadi : Alamat rumah, email; Nomer kontak : HP, Telepon rumah; Karakteristik : Foto, sidik jari; Data Biometrik, Informasi aset dan properti dan lain sebagainya.

Untuk jejak yang dikuasai Google lanjut Ulil antara lain apa yang kita cari (searching), situs yang dikunjungi, video yang ditonton, iklan yang di klik, alamat Ip dan data cookies, sedangkan untuk Facebook & Twitter adala data pribadi yang kita serakan (nama, foto, pekerjaan, pendidikan, email dan sebagainya).

Baca Juga :   Turut Prihatin, Kuryana Azis Kunjungi Rumah Ketua FKBPD OKU Yang Terbakar

Kemudian, Digital Culture oleh Pujianto, S.Kom.,M.Cs (Dosen Fakultas Teknik Universitas Baturaja) dengan Thema : “Tantangan dunia pendidikan membuat kurikulum berbasis digital”. Pujianto mengacu data dari APJII 2020 yang menyatakan 73% masyarakat Indonesia sudah memiliki akses internet.

Capaian pembelajaran lulusan yaitu Literasi Data, Literasi Teknologi dan Literasi Manusia. Sedangkan tahap perancangan pembelajaran adalah analisis, design, implementation dan evaluation.

Untuk bentuk pembelajarannya menurut Pujianto antara lain Tatap muka/kuliah, tutorial, penelitian, magang, pratikum dan sebagainya. Metode pembelajarannya yaitu diskusi kelompok, simulasi, studi kasus dan belajar kolaburasi. Pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan sistematis antara keunggulan pembelajaan tatap muka dan daring (blended learning).

Selanjutnya, Digital Safety oleh Rifky Indrawan (Ketua Relawan TIK Prov Lampung) dengan Thema : “Bijak saat belanja & dagang online ”. Dalam pemaparannya, Rifky menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam belanja dan dagang online, antara lain jenis & spesifikasi barang yang didagangkan, asal wilayah pedagang/toko online, reputasi pedagang/toko online, metode pengiriman dan pembayaran, Retur, refund & asuransi.

Bentuk atau jenis e commerce di Indonesia, yaitu B2B (Bukalapak, Lazada, Traveloka), C2C (OLX, Kaskus), Online 2 Offline (Go Food, Grabfood, Go Shop). Sedangkan metode jualan online seperti dropships, reseller, jastip, dan sebagainya. Metode pembayarannya lanjut Rifky ada COD, Transfer, Debit, e money, kartu kredit dan lain sebagainya.

Hal ynag harus diperhatikan sebagai pembeli yaitu pastikan barang apa yang akan anda beli, pilih e-commerce yang anda percaya, jangan malas untuk membandingkan harga, jangan malas untuk membaca syarat & ketentuan, Jangan lupa untuk mencari tahu reputasi pedagang & review orang yang pernah membeli, pilih metode pembayaran yang sesuai keinginan dan lain lain.

Baca Juga :   Program Bedah Rumah: 1.248 Unit Rumah Yang Sudah Menjadi Rumah Layak Huni

Untuk pedagang antara lain pilih metode penjualan online yang sanggup anda lakukan , pilih platform jual beli yang anda yakini, pilih metode pembayaran yang dapat anda terima, pilih metode pengiriman yang tersedia dekat dengan anda, informasikan stok barang yang anda jual, respon pertanyaan pembeli dengan cepat & jelas, kuasai teknik packing yang aman untuk barang yang anda jual dan promosi.

Selanjutnya Digital Ethics oleh Faik Rahimi, SH, MH (Dosen Universitas Mahakarya Baturaja) dengan Thema : “Usaha mencegah, mendeteksi, dan menyikapi cyberbullying”.  Faik menjelaskan,  bahwa menurut hukum positif, cyber bullying termasuk dalam kategori cyber crime. Adapun ciri-ciri khusus dari kejahatan ini, antara lain Tidak ada kekerasan fisik (non-violence), memanfaatkan teknologi dan peralatan tertentu, memanfaatkan jaringan telekomunikasi, media dan informatika secara global.

Untuk mencegahnya, dari diri sendiri antara lain dengan cara berpikir dua kali sebelum memposting atau membagikan sesuatu secara online, teliti saat mengirim dan menerima pesan dan sebagainya. pencegahan dari orang tua, yaitu berikan edukasi cara online yang aman, pahami media sosial yang digunakan anak, awasi kegiatan online yang dilakukan anak, ajari cara menghadapi cyber bullying.

Bagaimana menyikapi cyberbulliying ? Faik menjelaskan jangan membalas dan menulis komentar yang sama negatifnya sebagai respon, block dan report komentarnya, pahami bahwa tidak semua orang punya kepercayaan dan pandangan yang sama.

Terakhir Sharing Session oleh Jessica Yo (Wakil Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia,39,8K followers) Jessica mengatakan, membahas tentang poin poin dari pemaparan para nara sumber, dengan menekankan lebih ke permasalahan cyberbullying yang saat ini masih banyak terjadi di Indonesia (red).