108 TAHUN OKU, MENUNJUKAN SITUASI SOSIAL DAN PEREKONOMIAN YANG POSITIF

oleh -268 Dilihat
Kepala BPS OKU Budiriyanto Harjono

BATURAJA OKU-Pemkab OKU sebentar lagi akan memperingati hari jadinya yang ke-108 tanggal 29 Juli 2018, sesuai dengan Perda No 8 Tahun 2012 merupakan hari jadi Bumi Sebimbing Sekundang. Dikarenakan berbagai pertimbangan, maka hari jadi Kabupaten OKU ke-108 diperingati pada tanggal 25 Juli 2018. Disebabkan pada waktu yang bersamaan Kabupaten OKU ditunjuk sebagai tuan rumah Teknologi Tepat Guna (TTG)  XIV tingkat Sumatera Selatan yang berlangsung 25-29 Juli 2018 di GOR Baturaja OKU.

Di usianya yang lebih dari satu abad ini terlihat proses pembangunan daerah secara bertahap dan merata dilaksanakan di masing-masing wilayah yang terdiri dari 14 kelurahan/143 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Berbagai penghargaan sebagai bentuk penghargaan dari pihak luar sudah cukup banyak diterima oleh Pemkab OKU.  Berdasarkan data statistik yang dipublikasikan oleh BPS OKU secara umum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari berbagai indikator pembangunan, baik sosial maupun perekonomian.

Ketua BPS bersama Bupati OKU

Kepala BPS OKU Budiriyanto Harjono, menjelaskan refleksi pembangunan daerah OKU dihari jadi ke-108 situasi sosial dan ekonomi OKU. Pertumbuhan ekonomi OKU pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan yang cukup memuaskan walaupun mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKU sebesar 3,93 persen dengan  PDRB Atas Dasar Harga Konstan sebesar  8.892.400,3 (Juta Rupiah) sementara pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 3,95 persen dengan PDRB Atas Dasar Harga Konstan sebesar 8.556.146,7 (Juta Rupiah).

Struktur perekonomian OKU dalam kurun waktu 2015-2017  masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Hal ini terlihat dari besarnya kontribusi lapangan usaha ini dalam pembentukan PDRB Kabupaten OKU. Meskipun demikian peranan lapangan usaha ini cenderung semakin menurun dan diiringi dengan meningkatnya peranan lapangan usaha lainnya dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan adanya indikasi telah terjadinya transformasi struktural ke arah yang semakin modern pada perekonomian OKU.

Baca Juga :   Teddy Meilwansyah Dulu Jabat PJ Bupati Muara Enim, Kini Dilantik Sebagai PJ Bupati OKU
Sekda, Ka BPS dan Asisten Pemkab OKU

Apabila dilihat lebih detil perkembangan masing-masing sektor, terlihat fenomena yang cukup menarik dalam kontribusi tiap sektor. Kontribusi lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang masuk kelompok sektor primer cenderung semakin menurun dari tahun ke tahun. Demikian pula halnya dengan lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang juga masuk kelompok sektor primer ikut mengalami penurunan kontribusi.

Dari berbagai indikator tersebut terlihat bahwa diusianya yang telah mencapai 108 tahun, Kabupaten OKU menunjukkan pembangunan yang cukup positif. Bila dibandingkan dengan kabupaten/kota se Provinsi Selatan terlihat kabupaten ini masih mampu bersaing dalam membangun daerahnya untuk kesejahteraan masyarakat. Kedepan tentunya masyarakat Kabupaten OKU berharap pembangunan di segala bidang lebih ditingkatkan lagi, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat lebih ditingkatkan  lagi.

Masih banyak peluang dan potensi  yang belum tergali, utamanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Semoga kedepan Bumi Sebimbing Sekundang ini semakin sejahtera dibawah pimpinan daerah yang professional dan amanah serta sehaluan dan setujuan bersama seluruh bersama seluruh masyarakat OKU. (bpsoku)