Syafii Efendi Bius Ribuan Mahasiswa & Pelajar OKU Dalam Seminar Nasional Character Building

oleh -130 views
Motivator muda Indonesia, Syafii Efendi

BATURAJA OKU-Ribuan Mahasiswa dan Pelajar se Kabupaten OKU, Sumatera Selatan menjadi peserta dalam Seminar Nasional Character Building Winning Mentality For Industrial Revolution 4.0 “Siap Menuju Indonesia Mandiri 2034” yang digelar di Hotel BIL Baturaja OKU, Sabtu (28/12/2019).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh DPD Wirausaha Muda Nasional (Wimnus) Sumatera Selatan, dengan menghadirkan Trainer dan Motivator Muda Nomor satu Indonesia yakni Syafii Efendi, yang juga dikenal luas sebagai salah satu Pembicara Muda Terbaik di Indonesia.

Syafii Efendi juga dikenal sebagai President of OIC Youth Indonesia, International Public Speaker, Penerima 2 Rekor MURI, Pemilik 2 Kampus, Business Owner dan Investor.

Sambutan ketua panitia seminar, menceritakan seorang yang hobinya mengganggu orang bijak dan terkenal. Semuanya ia sudah jumpai orang yang super hebat semua, namun ada satu orang yang belum dia ganggu orang tersebut tinggalnya di atas pegunungan.

Peserta menyanykan lagu Indonesia Raya

Jadi orang yang suka mengganggu tadi, dia harus ketemu dengan orang yang belum pernah ketemu yang katanya sanat bijak sekali. Akhirnya ia mencari alamatnya, apa yang terjadi dia datang ke orang bijak yang dikatakan tanya di atas gunung.

Dia sampaikan kepada orang bijak tersebut saya mau tahu apakah orang bijak mengetahui di belakang saya ini burung hidup atau mati ?. Maka dengan seenaknya mengatakan kepada orang muda tadi. jawaban orang bijak hidup atau matinya burung itu tergantung kepada dirimu.

Ketika saya menggunakan burung itu hidup maka secara perlahan engkau akan mencekik lehernya dan itu akan mati tapi ketika saya bilang burung itu mati, maka engkau akan melepaskan burung itu.

Teman-teman hari ini kita belajar kalau kita tidak memperbaiki ada orang seperti ini tapi saya yakin kalau teman-teman akan dapatkan hal yang berbeda nantinya, jujur sangat bersusah mengundang Syafii Efendi datang kesini, datang ke OKU dan ini termasuk kita targetkan untuk menciptakan pemuda-pemudi pengusaha yang nanti kedepannya menjadi anggota Wimnus.

Baca Juga :   KAPOLDA Silaturahmi Dengan Ketua dan Pengurus DPD Gerindra Sumsel
Sambutan Asisten III, H. Romson Fitri, SH, MH

Ditempat yang sama Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis yang diwakili Asisten III, H. Romson Fitri, SH, MH dalam sambutannya, mengatakan dari seminar yang bekerjasama dengan Wirausaha Muda Nasional (Wimnus) ini kedepan diharapkan, para seluruh peserta bisa memiliki kesempatan untuk berbagi informasi tentang membangun jiwa entrepreuneurship.

Character building adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa sehingga membentuk unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. Ibarat sebuah huruf aflabet yang tak pernah sana antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya.

Bagi adik-adik Mahasiswa dan Pelajar dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dalam menuju Indonesia mandiri 2034 dan bisa langsung bergerak, kedepannya dengan melalui kegiatan ini diharapkan dapat memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya di bidang Wirausaha dan menjadi generasi penerus serta menjadi pemimpin masa depan bangsa, ujarnya.

Peserta Seminar Nasional Character Building

Selain itu Asisten III berharap, para peserta bisa membentuk karakter yang tangguh, mandiri, mumpuni dan kreatif hingga dalam menghadapi pasar bebas nantinya. Pemuda OKU harus bisa bersaing, kita jangan takut, jangan minder, harus bisa menjadi pemimpin, agar bisa dihormati oleh bangsa-bangsa lain, tegasnya.

Sementara itu, dalam seminar tersebut, Sang Motivator, Syafii Efendi memperkenalkan dua jenis Inovasi yang Wajib dikuasai oleh kaum millenial yakni “Sustain Innovation dan Disruptive Innovation”. Kedua jenis inovasi itu adalah dasar lahirnya Go-Jek, Grab dan Uber.

Adanya pembayaran online, beli tiket pesawat online dan jenis transaksi lain yang akan menggantikan fungsi manusia. Ini akan berakibat kebangkrutan, kemiskinan dan ketertinggalan bangsa Indonesia, pungkasnya (yudi).