Sejarah Berdirinya Kabupaten OKU Selatan, Ini Dia Tokoh Pendirinya

oleh -894 Dilihat
H. Muhtadin Sera’i, mantan Bupati OKU Selatan dua periode,

MUARADUA,Samudra.News-Sejarah singkat OKU Selatan dari pemekaran wilayah Kabupaten OKU (Induk) yakni ogan komering ulu (OKU), berdasarkan UU nomor Nomor 33 Tahun 2000, tanggal 13 Juli 2000. Melalui proses yang sangat panjang dan rumit, serta kerjasama banyak pihak sehingga Kabupaten OKU Selatan bisa terbentuk dan berjalan sampai hari ini. Jum’at (8/9/2023).

Muhtadin Sera’i, beliau menceritakan tentang perjanan dan lika likunya dan ia mengatakan, atas niat yang tulus ikhlas seluruh komponen masyarakat, bahu membahu dan tak pernah mengenal kata Lelah akhirnya mekar menjadi 3 (tiga) yaitu : 1) OKU Utara, 2) OKU Timur, dan 3) OKU Selatan.

Lebih lanjut H, Muhtadin Sera’i, dalam perjalanan sebelum itu, berpegang pada kekuatan payung hukum UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otoda dan UU No 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, yang mulai efektif pada Januari tahun 2001 serta Surat Keputusan Bupati OKU No. 125/719/I/2001, tanggal 17 Mei Tahun 2000.

Dalam hal ini, kita patut berterima kasih kepada seluruh Anggota DPRD OKU pada waktu itu, dan bangga dengan buah pemikiran putra-putri kelahiran dari tanah OKU Selatan yang duduk sebagai anggota dewan yang berani melahirkan keputusan tersebut.

Baik yang menetap di wilayah Selatan sendiri maupun yang berdomisili di perantauan, untuk secepat mungkin menindak lanjuti keputusan tersebut. Ada juga yang berdomisili di Kota Bandar Lampung, ikatan Wadah Kekeluargaan “Hikam-Lampung”, yang diketuai oleh Umar Djohan, SH.

H. Muhtadin Sera’i saat mendampingi Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin

Perjuangan “Hikam-Lampung” tidak terhenti hanya pada rangkaian surat semata, gerak perjuangan pun melangkah terus kedepan. Selanjutnya “Hikam-Lampung” sebagai inisiator pulang ke Muaradua, menghimpun dan mengajak seluruh lapisan komponen masyarakat agar bahu membahu mewujudkan cita-cita yang mulia ini.

Baca Juga :   Dalam Rangka HUT Adhyaksa ke-59, Kejari OKU Gelar Upacara dan Syukuran

Sehingga pada 12 November 2000 bertempat di Aula Hotel Samudra Muaradua, dimulailah dengan “Rapat Panitia Kecil” yang merupakan cikal bakal terbentuknya wadah perjuangan masyarakat, agar lahirnya sebuah Kabupaten Baru di Sumatera Selatan,

Panitia Kecil ini pun merumuskan kesepakatan untuk membentuk sebuah panitia permanen yang mampu menghantarkan terwujud. Pertemuan itu dihadiri 150 orang yang mewakili 5 (lima) Kecamatan dn putra-putra perantau dari Palembang, Baturaja, Lampung, Jakarta dan Kota-kota lainnya.

Berdasarkan musyawarah mufakat, seluruh peserta mendaulat”H. Muhtadin Sera’i sebagai Ketua Umum PPP KOS dan Hasby Amputra. SE, MM sebagai Sekretaris Umum dan R.A. Jauhari, MBA sebagai Bendahara umum dengan Surat Keputusan Nomor : Istimewa / KPTS / PPP KOS / 2000 tanggal 25 November 2000.

Bupati OKU saat itu  Ir. Syahrial Oesman sangat mendukung yang dilakukan oleh PPPKOS. Termasuk dukungan DPRD OKU SK No: 37 tanggal 19 Desember 2001, tentang Persetujuan Terhadap Dukungan Dana Kabupaten-Kabupaten yang akan dibentuk melalui APBD Kabupaten OKU dan juga dukungan oleh Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad.

Mantan Bupati OKU Selatan dua periode, H. Muhtadin Sera’i

Ketua Umum PPP KOS, menutut dan meminta ketegasan Bupati dan DPRD OKU supaya segera merealisasikan Keputusan DPRD Nomor 33, tanggal 13 Juli 2000. PPP KOS datangi DPR RI di Jakarta dengan tujuan menyakinkan Dewan pusat akan kesiapan seluruh persyaratan calon Kabupaten OKU Selatan. Dan dukungan oleh semua pihak baik dari Pemkab  OKU Sebagai Kabupaten Induk, pihak DPRD OKU dan Pemprov Sumsel terhadap pemantapan pemekaran calon Kabupaten OKU Selatan.

Berkat perjuangan PPP KOS hari Jum’at (18/12/2003) Presiden RI Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri menandatangani pengesahan RUU Pemekaran Kabupaten OKU Selatan. Sejarah yang telah terukir dan tercatat memberikan keyakinan penuh kepada seluruh lapisan masyarakat OKU Selatan, bahwa status wilayahnya telah diakui secara sah dalam lembaran Dokumen Negara RI.

Baca Juga :   Ekspor Perikanan Sumsel Meningkat Ditengah Ancaman Covid-19

Bertempat di Lapangan Terminal Desa Batu Belang Muaradua. Gubernur Sumsel Ir. Syahrial Oesman, MM melantik dan mengambil sumpah Penjabat Bupati Drs. H. Rusli Nawi, MSi yang juga di hadiri oleh Bupati OKU Eddy Yusuf, MM. Bupati dan Walikota se-Sumsel, Ketua Umum PPP KOS H. Muhatdin Sera’i, Camat Se-OKU Selatan, Kades Se-OKU Selatan, Tokoh Masyarakat, OKP, Ormas, para undangan tumpah ruah sekitar 4.000 orang.

Demikian sejarah singkat terbetuknya OKU Selatan, semoga ada manfaatnya bagi kita semua terutama untuk mengingatkan kita akan perjuangan yang telah di tempuh masyarakat OKU Selatan, kata H. Muhtadin Sera’i yang biasa disapa Pak Tadin mantan Bupati OKU Selatan dua periode.(ndi).