Bupati OKU Timur Kemukakan di Vaksin PMK “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”

oleh -55 Dilihat
Bupati Enos lakukan vaksinasi Sapi untuk mencegah PMK

MARTAPURA,Samudra.News-Bupati OKU Timur H. Lanosin, ST menghadiri kegiatan pelaksanaan vaksinasi hewan untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK). Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Provinsi (BPPP) Sumsel di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, Senin (4/7/2022).

Bupati OKU Timur yang biasa disapa Enos dalam kesempatan itu juga turut menjadi eksekutor vaksinasi kepada hewan yang dibantu oleh tenaga ahli. Dalam kesempatan ini, Bupati Enos menyampaikan kegiatan ini dilakukan tidak lain karena untuk menghindari PMK yang sedang marak terjadi, “Lebih baik mencegah daripada mengobati,” Imbuh Bupati Enos.

Bupati tinjau kegiatan vaksinasi Sapi untuk cegah PMK

Enos berharap, dengan adanya vaksinasi ini, maka hewan ternak khususnya Sapi dan Kerbau di Kabupaten OKU Timur terhindar dari PMK, mengingat di daerah lain sudah banyak hewan ternak yang terjangkit PMK, ujarnya.

Beliau juga menjelaskan jumlah dan jenis vaksin yang digunakan di Kabupaten OKU Timur, “Vaksin yang kita dapat yakni vaksin Aftopor yang di produksi di Perancis, adapun jumlah yang kita dapat sebanyak 1.900 vaksin, jelasnya.

Setelah melakukan vaksin terhadap hewan, Bupati Enos yang didampingi oleh Sekretaris Daerah OKU Timur Jumadi, SSos., Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Kepala BPPP, Forkopimda, Camat Bunga Mayang, Kepala OPD melakukan kegiatan Tanam Cabai perdana di lahan seluas 7,5 Hektar oleh Perhiptani Sumsel.

Bupati OKU Timur usai lakukan penyemaian Cabi di BPPP

Pada kegiatan tanam Cabai ini Bupati OKU Timur Enos menyampaikan bahwa kegiatan ini sifatnya edukasi, dalam tanam cabai ini juga dicoba jenis pupuk dari ecopark serta dompea dan jika berhasil maka akan disebarkan di masyarakat Kabupaten OKU Timur.

Semoga Cabai yang ditanam ini tiga  sampai empat bulan kedepan sudah membuahkan hasil, harap Bupati OKU Timur Enos.

Kepala BPPP Listoyo, SP, SE, MSi menyampaikan, dilahan 7,5 hektar bibitnya ini ada bibit Cabai Ledo Keriting, adapun proses penanamannya disemaikan dulu lalu ditanam, tapi ada yang langsung tanam di lapangan dengan umur 3 bulan 10 hari itu sudah panen, pengalaman yang sudah yang sudah dilaksanakan, katanya.

Baca Juga :   Rektor Unsri: 416 Mahasiswa Unsri Lulus Dengan Cumlaude (Pujian)

Listoyo juga menambahkan kisaran biaya yang diperlukan untuk menanam Cabai ini, “Satu batang cabai rata-rata menghasilkan 1-1,3Kg, adapun biaya 1 batang cabai berkisar Rp. 7.000, jadi jika harga cabai /kg 30.000 maka keuntungannya bisa sudah bisa mencukupi kehidupan petani sehari-hari, pungkasnya (ril).