BUPATI OKU Pimpin Rakor Pemantapan Satgas Covid-19 & Antisipasi Pendatang

oleh -126 views
Bupati saat pimpin Rakor pemantapan Satgas

BATURAJA OKU-Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis menghadiri acara Rakor Pemantapan Tim Satgas Covid-19 dan Antisipasi Pendatang/Arus Mudik dari Daerah Terjangkit Virus Corona se Kabupaten OKU. Bertempat di Ruang Abdi Praja Pemkab OKU, Senin (30/3/2020).

Dari pantauan media acara tersebut dihadiri Dandim 0403/OKU Letkol Arh. Tan Kurniawan, SAP, MIPol, Ketua Pengadilan Negeri Agus Safuan Amijaya, SH, MH, Polres OKU, Sekda OKU Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, SE, MT, MSi, MH,

Kemudian para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag, Camat se-OKU, Ketua MUI, Pimpinan Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta serta Tim Gugus Tugas Pencegahan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten OKU.

Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis mengungkapkan, Satgas Covid-19 Kab OKU bertugas untuk mengkoordinasi, mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penularan Virus Covid-19 di wilayah OKU serta Antisipasi Pendatang/Arus Mudik dari Daerah Terjangkit Virus Corona Ke Kabupaten OKU untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Kadis Pendidikan, H.Teddy Meilwansyah, SSTP, MM

Walaupun di Kabupaten OKU belum ada yang terkena virus tersebut, namun antisipasi harus dilakukan dengan membuat satgas corona sampai ke tingkat desa mengingat ODP dan PDP cukup tinggi penyebaranya di OKU.

Bupati OKU menyampaikan, dalam mencegah penyebaran virus Covid-19, Pemkab OKU akan mengeluarkan Surat Edaran agar seluruh Hotel, Swalayan, Rumah Makan dll menyiapkan alat detektor suhu tubuh dan hand sanitizer serta di lakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Ia juga meminta agar pihak Jasa Angkutan Penumpang lebih ketat dalam mengecek suhu tubuh para penumpang yang ada di stasiun dan terminal atau pun di loket-loket penurunan penumpang.

Sekda OKU menyampaikan laporan untuk mendirikan Posko Terpadu di perbatasan sebagai akses pintu masuk ke Kab OKU yang ada di Lubuk Batang, Simpang Trans,  dan dari Ulu Ogan untuk pendatang dari luar yang menggunakan mobil yang hanya lewat atau pun yang berkunjung ke Kab OKU.

Baca Juga :   KAPOLDA Terima Audiensi Ketua dan Komisioner Bawaslu Sumsel

Posko terpadu ini merupakan gabungan dari TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dishub, Satpol PP, BPBD, Damkar dan unsur terkait lainnya.

Kadis Perhubungan, OKU, Firmansyah

Demikian pula halnya dengan Pusat Perbelanjaan, pasar pasar, cafe/resto, warung makan dll di wilayah kab OKU agar diberlakukan jam operasional serta setelah tutup dilakukan penyemprotan disinfektan agar bisa lebih preventif melalukan pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

Menindak lanjuti perkembangan beberapa daerah untuk sektor pendidikan, Bupati OKU meminta agar Dinas Pendidikan Kab OKU selalu berkoordinasi dengan pihak Provinsi dan Kemendikbud terkait perpanjangan libur sekolah dan UN ditiadakan.

Sementara Dandim 0403/OKU menyatakan Personel TNI di jajaran Kodim 0403/OKU siap bersinergi semaksimal mungkin membantu satgas yang telah dibentuk dengan cara menyiapkan peralatan apa saja yang dibutuhkan, mensosialisasikan himbuan pencegahan Covid-19 sampai ke desa desa serta mendorong masyakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Dandim sangat mendukung pendirian Posko Terpadu disemua pintu masuk OKU untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kodim 0403/OKU juga siap membackup Maklumat Kapolri bagi masyarakat agar tidak melakukan perkumpulan/keramaian sementara waktu ini.

Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis bersama Forkopimda 

Kabag Ops Polres OKU menambahkan bahwa personil Polri sudah menyampaikan himbauan Maklumat Kapolri maka dihimbau kepada masyarakat untuk dapat mematuhinya dan apabila masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan Maklumat Kapolri maka Polres OKU akan melakukan tindakan tegas.

MUI Kab OKU Admiyati Somad menyampaikan Untuk tempat ibadah, pihaknya meminta semua masjid sesuai dengan Fatwa MUI agar tidak menyelenggarakan sholat jumat terlebih dahulu dan diganti dengan sholat dzhuhur dirumah masing2 sampai keadaan normal kembali, hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19.

Dalam fatwa Nomor 14 tahun 2020 itu, MUI menyebut bahwa orang yang telah terpapar virus corona wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain maka sholat Jumat dapat diganti dengan sholat dzuhur di tempat kediaman.

Baca Juga :   H. Kuryana Azis dan Hj. Badiar Dewi Kuryana Terima Penghargaan MKK Pada Harganas Ke-26

Karena sholat Jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan Virus Corona secara massal, pungkasnya (yudi).