Waspada Dalam Belanja Online, Hoax dan Selalu Mendukung Pelaku UMKM

oleh
Literasi digital bersama Kemenkominfo

BATURAJA,Samudra.News-Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk meng edukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kabupaten/Kota area Sumatera II,

Dimulai dari Provinsi Aceh sampai Provinsi Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya. Kegiatan tersebut berlangsung, Jum’at (2/7/2021) pukul 14.00 WIB.

Empat (4) kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema.

Bupati OKU Timur H. Lanosin Hamzah ST sebagai Keynote Speaker menyatakan, bahwa mendukung kegiatan Literasi Digital agar dapat memanfaatkan internet dan teknologi untuk hal yang positif dan kreatif serta menamba daya saing sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan turut membangun Kabupaten OKU Timur, dilanjutkan oleh Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi yang memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Pertama Digital Skill oleh Muhammad Ridwan Arief, M.Pd (RTIK Indonesia dan Praktisi Pendidikan) dengan Thema : “Digital skill dan online learning”.

Ridwan menjelaskan data yang diambil daritularnalar.id bahwa sepanjang tahun 2020 telah ada peningkatan 80% di mesin pencarian untuk kata “e learning”, naik 60% untuk pencarian kata “home schooling dan kenaikan signifikan pula dalam penelusuran google classroom sebesar 270%.

Aplikasi yang biasa dipakai antara lain Zoom, Google Meet, Whatsapp, Microsoft Team dan sebagainya. Ridwan menerangkan pula tips pembelajaran online, antara lain siapkan ruangan khusus, buatlah kesepakatan bersama & konsisten, buatlah perencanaan belajar, pilihkan media dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga :   Ketua DPR RI Puan Maharani Berharap Segera Ada Vaksin untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Kedua Digital Culture oleh Sri Rahayu, SE, M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Baturaja) dengan Thema : “Sosialisasi e marketing bagi pelaku umkm”.

Sri memberikan tips bagaimana cara UMKM masuk ke e-Commerce, antara lain Menjadi Seller/Penjual/Merchant di online marketplace/online retailer, menjual di Sosial Media dan Promo Berbayar, Kolaborasi/Kerja sama penjualan dengan internet marketers (IMERS) atau BUZZER,

Jualan cara Vertikal atau Vertical E-Commerce (produk unik), dan Menguasai e-Commerce Lokal Satu Propinsi/Kabupaten/Kota. UMKM tidak boleh hanya online tetap harus menerapkan strategi marketing online baik melalui internet (website) maupun lewat media sosial.

Ketiga Digital Safety  oleh Virna Lim (Chairwome of Sobat Cyber Indonesia) mengangkat Thema : “Main aman saat belanja online”

Dalam pemaparannya, Virna menjelaskan adanya transformasi digital saat Pandemi Covid-19 yaitu mendorong terjadinya struktural secara cepat baik di sektor pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan kebudayaan. Adanya pandemi Covid-19 juga membawa dampak yang sangat signifikan dalam dunia online, salah satunya peningkatan terhadap kebutuhan belanja online.

Virna juga mengingatkan adanya penipuan di media sosial, karena kurangnya kesadaran kemanan siber bagi pengguna.

Diakhir pemaparannya, Virna memberikan tips aman saat belanja online, diantaranya pastikan online shop dapat dipercaya, waspada dengan barang murah, simpan bukti transaksi dan sebagainya.

Keempat Digital Ethics oleh Dr. Hendra Alfani,  S.Sos, M.I.Kom (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Batu Raja) mengangkat Thema : “Pentingnya pemahaman membedakan informasi hoax”.

Hendra memberikan data sebaran hoax tirto.id dimana Tim ini memetakan tema hoaks dari total 4.829 artikel periksa fakta yang dipublikasi Mafindo sejak 31 Juli 2015 hingga 31 Desember 2020. Tema hoaks sebanyak 2.360 artikel hoaks pada 2020, tema paling banyak ditemukan adalah politik, 40,8%, kesehatan (Covid-19) 24,1%, Tema lainnya adalah hoaks yang bertujuan mencari sensasi atau menciptakan ketakutan (fear mongering).

Baca Juga :   Bapenda OKU Selatan Gelar Penyuluhan PAD Sektor Perpajakan

Untuk membedakannya dan menangkal hoax, Hendra menjelaskan kenali judulnya apakah provokatif, cermati alamat situsnya, cek keaslian foto dan sebagainya. Langkah cegah dan perangi hoax dengan jalan bijak dalam memanfaatkan internet, , jangan menyebarluaskan konten hoaks, melapor bila menemukan hoaks ke aduankonten@mail.kominfo.go.id atau Masyarakat Anti Fitnah Indoensia (MAFINDO) dan Masyarakat Indonesia Anti Hoaks.

Penutup Sharing Session oleh Dwi Bidari (Influencer,13K followers), Dwi mengajak para pengguna digital untuk selalu waspada dan menjaga sikap baik dalam belanja online, dalam ber media sosial agar tidak terjebak denga hoax serta selalu mendukung para pelaku UMKM, pungkasnya (red).