Nilai-nilai Pancasila & Inovasi Teknologi Cara Ampuh di Era Sociaty 5.0

oleh
Pengamat Sosial, Faisal Saleh (Mantan Anggota DPR RI)

JAKARTA,Samudra News-Sekarang ini tanpa disadari perkembangan peradaban manusia di dunian ini sedang mempersiapkan atau dipersiapkan untuk memasuki tahapan perubahan, yang nantinya akan terintegrasikan dengan ruang maya dan ruang fisik.

Pengamat Sosial Faisal Saleh didampingi saudaranya Sofian Saleh saat menaiki Kapal Feri penyeberangan selat Sunda menuju kampung halamannya di Kota Baturaja-OKU, Sumsel mengemukan, nilai-nilai Pancasila dan Inovasi Teknologi cara ampuh di era Sosiety 5.0. Sabtu (9/10/2021).

Integrasi tersebut dilakukan untuk membuat semua hal menjadi lebih mudah, dalam keseimbangan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial dengan memanfaatkan sistem sangat mengintregasikan kedua hal tersebut membuat semua hal menjadi mudah.

Terutama memperluas prospek kerja, adapun di era ini disebut Sosiety 5.0. Diawali dengan memunculkan gagasan oleh bangsa Jepang beberapa waktu lalu.

Dilanjutkan Faisal Saleh, sebenarnya sosiety 5.0 merupakan sebuah konsep dihadirkan oleh Federasi Bisnis Jepang. Konsep ini sudah diusulkan  dalam 5 tahun Science and Tecnologi Basic Plan, ini dijadikan masyarakat masa depan yang harus dicita-citakan oleh Negeri Kekaisaran Akihito.

Kemudian ide dan gagasan ini ditularkan ke seluruh dunia, dengan harapan menjadi cita-cita masyarakat internasional, kata Putera sulung mantan Bupati OKU periode 1979-1989 H. Saleh Hasan, SH.

Kenapa demikian, menurut Faisal Saleh yang pernah duduk sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar ini. Implikasi dari era globalisasi adalah sebenarnya segala bentuk informasi ke seluruh dunia, baik dalam bentuk teknologi, budaya, ideologi dan bahkan cita-cita dari sebuah bangsa masuk ke bangsa lain atau sebaliknya, ujarnya.

Sehingga tanpa disadari bagi negara atau bangsa yang tidak memiliki jatidiri akan mudah terpengaruh oleh semua yang masuk tersebut, tanpa difilter terlebih dahulu. Akibatnya, bangsa tersebut akan mudah luntur jatidirinya ataupun cita-citanya dengan sendirinya.

Baca Juga :   Ketua Bhayangkari Cabang OKU Temui Warga Way Heling Yang Lumpuh

Nah, bagaimana dengan Indonesia, intinya dengan majunya teknologi yang semakin canggih, informasipun mudah sekali didapatkan, mau tidak mau dan tanpa disadari era digital sudah nampak didepan mata, sehingga kondisi tersebut memperlihatkan kegiatan sehari-hari peranan teknologi semakin menguasai kehidupan kita saat ini. Katanya.

Sebenarnya disambung oleh Faisal Saleh, bukan tanpa persoalan, melainkan akan menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat baik awam maupun masyarakat modern. Bilamana teknologi tersebut dikuasai oleh orang yang tidak bermoral dan tidak beretika, tentu akan menimbulkan malapetaka sosial dan bencara moral dalam kehidupan masyarakat kini dan mendatang.

Jikalau kondisi itu terjadi, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang tidak beradab akibat dijajah oleh teknologi yang juga bikinan bangsa lain. Artinya bangsa ini akan mengalami penjajahan tanpa harus berperang dengan menggunakan senjata, kata pria ramah dan murah senyum ini.

Oleh sebab itu kita harus berbangga dengan idiologi bangsa kita Indonesia yakni Pancasila, Bhenika Tunggal Ika. Makanya nilai nilai Pancasila sangat berarti sekali bagi semua eleman masyarakat dari Sabang sampai Maraoke, dengan Pancasila kita mempertahankan ke Bhenekaan yang sudah ditanamkan oleh nenek moyang kita mesti jmenjaganya kini dan nanti.

Pancasila mengandung nila moral yang terkandung didalam setiap insan manusia Indonesia, terutama di kalangan kaum Millenial, yang harus disiapkan sebagai pribadi yang mampu memproduksi, menguasai teknologi dan bahkan mampu berinovasimenciptakan teknologi baru dan terbarukan, jika tidak kita akan selalu menjadi target pasar produk bangsa lain, ujarnya.

Faisal Saleh berharap, jadikan nilai-nilai Pancasila disertai teknologi sebagai cara ampuh menghadapai era Sosiety 5.0, pungkasnya (*).