Musim Kemarau, Warga Mandala Bersihkan Danau Kajang dan Panen Ikan Beramai-Ramai

oleh -305 Dilihat
Kades Desa Mandala, Herwanizar

PENINJAUAN OKU-Ratusan warga Desa Mandala dan sekitarnya Kecamatan Peninjauan-OKU, menggelar tradisi membersihkan Danau Kajang sekaligus menangkap ikan dengan peralatan seadanya di saat musim kemarau tiba. Tradisi tersebut dilakukan untuk menambah PAD, sekaligus mempererat tali silaturahmi atar desa dan desa tetangga, Rabu (21/08).

Kades Mendala, Herwanizar menjelaskan, selain membersihkan rerumputan di Danau Kajang, warga juga melakukan panen ikan dengan menangkapnya beramai-ramai. Sebelum warga turun ke danau, mareka membersihkan dahulu rerepumputan sekaligus menangkap ikan dengan berbagai alat seadanya seperti jaring atau jala bahkan dengan tangan kosong.

Saat panen ikan di Danau Kajang

Tradisi membersihkan Danau Kajang tahun ini dipelopori putra daerah yang sukses dan lama bertugas di institusi Kepolisian, saat ini  beliau menjabat Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Sumsel, Kombes Pol. Drs. Lamazi AS. Beliau sangat konsen untuk mempertahankan acara menangkap ikan beramai-ramai (Melabung) seperti ini.

Ditambahkannya, untuk menggejot pendapatan asli daerah (PAD) beliau juga mengajak investor untuk mengembangkan Danau Kajang sebagai tempat tujuan wisata keluarga. Pak Lamazi sudah beberapa kali turun langsung ke Danau Kajang untuk membersihkan danau ini dari rerepumputan yang tumbuh di danau ini, danau yang luasnya sekitar 3 hektar.

Sejak pagi, warga laki-laki tua dan muda bahkan kaum perempuan beramai-ramai turun ke sungai. Mereka yang datang tidak hanya warga Mandala saja, namun warga dari luar desa Mandala pun ikut meramaikan tradisi Melabung.

Hasil tangkapan ikan warga di danau
Saat-saat menangkap ikan di Danau Kajang

Ditambahkan Kades Mendala yang murah senyum ini, tradisi melebung ini dilakukan dengan menggunakan alat menangkap ikan seadanya. Tidak boleh menggunakan alat sentrum dan Tuba. Sebelum di lakukan kegiatan ini pihak desa biasanya melelangkan terlebih dahulu kepada masyarakat yang mau mengelola kegiatan melebung tersebut, karena danau Kajang adalah statusnya milik desa Mandala.

Baca Juga :   KAPOLDA Pimpin Acara Taklimat Akhir Wasrik Irwil III Itwasum Polri di Polda Sumsel

Setelah ada pemenang lelang, baru pihak pemenang lelang menawarkan kepada masyarakat yang mau menangkap ikan akan dipungut biaya sebesar Rp20 ribu/org sekali turun untuk satu hari. Sementara melebung ini dapat mencapai satu bulanan lamanya (30 hari). Jenis ikan yang di dapat biasanya ikan Sepat, Betok dan Gabus yang merupakan ikan rawa-rawa.

Saat pembersihan Danau Kajang

Hari ini adalah hari ke tiga melebung setelah hari pertama ada ratusan orang yang berasal dari beberapa desa di sekitar desa Mendala ikut menangkap ikan di Danau Kajang. Di tahun ini kata Herwanizar berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk melebung tidak dilelangkan, namun dikelola langsung oleh pihak desa.

Masyarakat yang ingin Melebung langsung mendaftar ke desa, pihak desa telah menunjuk panitia pelaksana. Dari hasil pembayaran tersebut dibagi 70% diperuntukan ke-Masjid dan 30% nya diberikan sebagai insentif panitia pengelolan Melabung tersebut, ujarnya. Dan ini  merupakan kesepatan bersama antara pemerintah desa dan masyarakat Mendala.

Sementara itu, Putra asli daerah Mandala Kombes Pol. Drs. Lamazi AS saat ditemui media mengungkapkan, tradisi melabung diharapkan terus terjaga dan menghidupkan kearifan lokal di Mandala Kecamatan Peninjauan-OKU. Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk kegotong-royongan dan silaturahmi antar warga yang diharapkan bisa mempersatukan seluruh warga.

Ditambahkan suami dari Kapolres OKU AKBP Dra. NK Widayana Sulandari mengharapkan, kegiatan semacam itu bisa dilestarikan dan menjadi bentuk kecintaan terhadap lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikemas lebih menarik sehingga dapat diangkat sebagai potensi wisata yang mampu menarik pengunjung, pungkasnya (yudi).