
BANJARMASIN-Sebagai upaya mendukung penanganan pandemic Covid-19, Mualaf Center Indonesia (MCI) Regional Kalimantan Selatan berinisiatif membagikan alat pelindung diri (APD) ke fasilitas kesehatan (Faskes) seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik yang mengalami kekurangan stok APD di Kalimantan Selatan.
Ketua MCI Regional Kalsel Ustadz Akhmad Azhar Basyir mengungkapkan, ada sekitar 24 ribu Hazmat Suit dan 6.000 face shield yang dibagikan serentak se Indonesia.
Untuk di Kalimantan Selatan sendiri, pihaknya membagikan sebanyak 400 pcs Hazmat Suit ke 33 fasilitas kesehatan (Faskes) yang terdiri dari Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik Kesehatan.
Untuk APD yang kita sumbangkan di Kalimantan Selatan totalnya ada 440 pcs Hazmat Suit Cover All, ungkap Basyir, beberapa waktu yang lalu.
Lalu, apa yang mendasari aksi pembagian APD ini? “Simpelnya karena fakta di lapangan kita temui banyak Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan Faskes lainnya sangat minim APD.
Ada yang bahkan membikin dari Jas Hujan, pelindung wajah sendiri, akibatnya banyak tim medis, perawat, dan tenaga kesehatan lain yang meninggal karena terpapar Covid-19, beber Basyir.
Tentunya, sebagai organisasi sosial keagamaan, MCI sudah seharusnya berkontribusi sesuai dengan amanah donator. Berdasarkan catatannya, ada dua APD utama yang masih diproduksi yaitu Hazmat Suit dan Face Shield.
Yang bisa kita produksi dari Bandung. Dari bahan baku sampai ongkos kirim ke Kalsel gratis. Bahkan, Ketua kita di MCI yaitu Steven Indra Wibowo sampai harus jual rumah beliau supaya semuanya gratis, tuturnya.
Untuk Rumah Sakit di Kalsel sendiri, jajarannya membagikan ke 5 RS rujukan yang ditetapkan pemerintah. Yaitu RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, RSUD Boejasin Pelaihari, RSD Idaman Banjarbaru dan RSUD Hasan Basry Kandangan. Dan beberapa RS lainnya, salah satunya RS Bhayangkara Banjarmasin. (fikri)