
BATURAJA,Samudra.News-Popularitas pasangan Kuryana Azis-Johan Anuar (Bekerja) sebagaimana jargon pasangan ini di Pilkada sebelumnya (Jilid I) semakin menguat jelang Pilkada OKU 2020.
Pasangan petahana ini diprediksi banyak orang akan memenangkan kembali untuk memimpin Bumi Sebimbing Sekundang, jika kembali berpasangan di Pilkada OKU.
Menanggapi ini, Kuryana Azis tidak menapik adanya kemungkinan Bekerja jilid II dilanjutkan di Pilkada mendatang. Sebagaimana dalam pembukaan pidato Rapat Paripurna Ke-X DPRD OKU Dalam Rangka Pembahasan Raperda OKU Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD OKU Tahun Anggaran 2019.
Dik Pak Johan ini sempat menghilang selama 4 bulan. Selama itu saya sedih dan selalu berdoa agar beliau cepat kembali lagi ke OKU. Alhamdulillah doa saya dikabulkan Allah SWT.
Rasa senang tak terkira bisa duduk berdampingan lagi dengan Dik Johan. Beliau ini adalah pasangan Abadi saya, kata Kuryana saat mengawali pidato di Paripurna DPRD OKU yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan semua Anggota Dewan dan tamu undangan.
Pernyataan Bupati OKU yang juga menjabat Ketua Partai Nasdem OKU tersebut juga diamini Wabup OKU, Drs. Johan Anuar, SH, MM. Iya kami sudah sepakat untuk bergabung lagi. Alhamdulillah, kata Johan Anuar yang biasa di panggil JA ini.

Keduanya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat bila memang menginginkan untuk kembali membangun OKU selanjutnya. Jika memang adanya seperti itu dan masyarakat masih menginginkan untuk melanjutkan Bekerja Jilid II, keduanya sangat berterimah kasih sekali kepada masyarakat OKU.
Namun Kuryana Azis selama ini enggan berkomentar jauh adanya wacana yang berkembang di masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang. Saat ini dirinya masih fokus menyelesaikan tugas sebagai Bupati dan Johan Anuar sebagai Wakil Bupati OKU, ujarnya.
Saat ini Kuryana masih fokus membenahi Kabupaten OKU. Saya belum bisa berkomentar jauh, katanya.
Belum lagi, Kuryana menilai perjalanan hajatan Demokrasi di OKU juga masih lama. Dirinya masih memiliki kesempatan untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati OKU. Kita lihat saja nanti, Pilkada juga masih jauh. Saya masih harus menyelesaikan tugas, katanya.
Menurut pengamat politik yang tidak mau disebutkan namanya, ajang pembuktian kekuatan Petahana versus penantang baru inilah yang nanti menjadi warna tersendiri dalam Pilkada OKU Desember 2020 mendatang.
Itu nanti akan menjadi ajang pembuktian kekuatan. Apakah masyarakat OKU betul-betul mendukung Petahana/Incumbent. Ataukah, penantang Petahana yang bisa membuktikan kekuatannya dan memenangkan di Pilkada OKU mendatang, pungkasnya (yudi).