Bekinerja Baik, Komisi 3 DPRD Kota Prabumulih Kunker ke BPBD OKU

oleh
Kalaksa BPBD OKU saat menerima kunker DPRD Prabumulih

BATURAJA,Samudra.News-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komerimg Ulu (OKU) menerima rombongan kunjungan kerja (kunker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan.

Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Amzar Kristofa, MSi beserta Sekretaris dan para Kabid BPBD OKU. Bertempat di Ruang Rapat BPBD Kabupaten OKU, Kamis (17/6/2021).

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Prabumulih Purwaka beserta Anggotanya yang berjumlah tujuh (7) orang Anggota Dewan menyampaikan, bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kabupaten OKU agar dapat diimplementasikan di Prabumulih, ujarnya.

Dilanjutkannya, seperti yang kita tahu bahwa BPBD Kabupaten OKU kinerjanya dikenal sangat baik. Apalagi OKU telah mengalami berbagai bencana, seperti Angin Puting Beliung, Banjir, Kebakaran dll. sehingga merupakan daerah yang dapat dijadikan sebagai percontohan dalam penanggulangan bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Amzar Kristofa, MSi mengatakan, terkait kunjungan kerja (Kunker) DPRD Kota Prabumulih dirinya sangat berterima kasih atas kedatangan rombongan Ketua Komisi 3 DPRD Prabumulih.

Foto bersama usai pertemuan dengan Anggota DPRD

Dilanjutkannya, kunjungan Ketua dan Anggota DPRD Kota Prabumulih ke BPBD Kabupaten OKU adalah untuk mencari masukan tentang penanganan Bencana Asap yang diakibatkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dalam pertemuan tersebut, Kalaksa BPBD OKU menyapaikan mekanisme penanganan Karhutla mulai dari Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap yang diakibatkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan,

Pembentukan Posko Satgas penanganan Karhutla mulai dari Tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga ke Desa-desa serta pelaksanaan kegiatan pemantauan, monitoring, pelatihan dan lainya, ujarnya.

Disampaikan juga jumlah kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan pada tahun 2019 dan tahun 2020. Dimana pada tahun 2019 terdapat 165 kejadian kebakaran hutan dan lahan dan pada tahun 2020 kejadian tersebut menurun menjadi 23 kejadian, katanya.

Baca Juga :   JOHAN ANUAR Tutup Turnamen Tenis Meja HUT ke-5 Kecamatan KPR

Mengapa menurun, ia menjelaskan pada tahun 2020 kondisi cuaca pada saat musim kemarau mash terjadi hujan atau dikenal istilah kemarau basah, sehingga berdampak menurunya tingkat kejadian Karhutla. Disamping itu dipengaruhi juga faktor adanya kesadaran darr masyarakat untuk tidak membakar lahan, pungkasnya (yudi).