BAWASLU Geler Talk Show “Pilkada OKU Dalam Perspektif Pandemi Covid-19”

oleh
Suasana Talk Show yang diselenggarakan Bawaslu OKU

BATURAJA, Samudra.News-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyelenggarkan Talk Show bersama dengan PWI, IMO, Perguruan Tinggi, Mahasiswa, serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Bertempat di Hotel BIL Baturaja-OKU, Sabtu (5/9/2020) malam.

Diacara tersebut, Bawaslu OKU menghadirkan empat (4) narasumber Junaidi, SE, MSi dari Bawaslu Sumsel, Kapolres OKU AKBP. Arif Hidayat Ritonga, Dandim 0403/Letkol Arh Tan Kurniawan dan Ketua KPU OKU Naning Wijaya, ST dengan tema “Pilkada OKU Dalam Perspektif Pademi Covid-19”.

Anggota Bawaslu Sumsel bagian Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Junaidi, SE, MSi mengatakan, proses demokrasi yang melibatkan rakyat di Indonesia merupakan demokrasi murni dan terbaik di dunia.

Memang banyak di negara lain yang katanya Pemilu demokrasi tapi beda dengan kita yang ada di Indonesia yang memang murni dari rakyat dan untuk rakyat. Beda halnya dengan demokrasi ala Amerika bahkan India yang katanya dedengkotnya negara demokrasi, ujarnya

Di Indonesia ada 270 Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak, khusus di Sumsel pada tahun 2020 yang mengadakan Pilkada serentak ada tujuh Kabupaten yakni Kabupaten OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir, PALI, Musi Rawas dan Muratara.

Junaidi melanjutkan ada tiga tugas Bawaslu sebagaimana bidangnya yakni Pencegahan, Pengawasan, dan Penindakan. Untuk itu, Bawaslu menurutnya tidak bisa bekerja sendirian. Untuk melaksanakan ini tentu harus dibantu oleh banyak pihak terutama dari Kepolisian, TNI, Kejaksaan dan tidak kalah penting bantuan dari masyarakat itu sendiri, katanya.

Terutama di masa pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhirnya, semua kegiatan Pilkada turut dibatasi juga yakni harus mematuhi Protokol Kesehatan, mulai dari pendaftaran hingga kampanye sampai dengan pencoblosan tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Baca Juga :   Bupati OKU Serahkan Bantuan Untuk Korban Tsunami di Lampung Selatan

Kampanyepun sesuai aturan, tidak boleh lebih dari seratus orang dan harus mematuhi protokol kesehatan, yang hanya bisa berkali-kali yakni kampanye melalui media sosial. Oleh sebab itu Pilkada tahun ini sangat berbeda dengan periode sebelumnya, namun yang terpenting pesta demokrasi nantinya berjalan aman, lancar dan kondusif, pungkasnya (yudi).