Banjir Bandang Hancurkan Jembatan Gantung dan 3 Unit Rumah, Kuasa Allah Masjid Tetap Berdiri

oleh -425 Dilihat
Masjid tetap berdiri kokoh di hantam banjir bandang

OKU SELATAN,Samudra.News-Bencana Banjir Bandang kembali menimpa di Bumi Serasan Seandanan. Tepatnya di Desa Sidorahayu, Kecamatan Buay Pemaca Kabuaten OKU Selatan, Kamis (9/3/2023) sekira pukul 07.10 WIB.

Pada bencana banjir bandang kali ini, viral tersebar baik foto maupun video kejadian musibah banjir tersebut nampak sebuah Masjid (Rumah Allah) yang tetap tegak berdiri kokoh meski terkena terjangan derasnya air sungai yang meluap yang berasal dari berbagai penjuru.

Warga percaya, Allah SWT kembali menunjukkan kuasa dan kebesarannya kepada hambanya, bahwa apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak.

Rumah penduduk yang tersisah oleh terjangan banjir bandang

Diketahui dari berbagai laporan Pemerintah setempat, bahwa banjir bandang tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan terus menerus selama beberapa hari sebelumnya.

Hal tersebut senada seperti yang disampaikan oleh Syafarudin selaku Kepala Desa Sidorahayu, Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan.

“Kalau kejadian banjir tersebut terjadi sekira pukul 07.10 WIB pagi tadi, penyebabnya memang beberapa hari terakhir intensitas hujan tinggi dan terus menerus, sehingga menyebabkan aliran air sungai Way Tehmi di Sidorahayu meluap dan menerjang benerapa kediaman milik penduduk,” ucapnya.

Masjid di Desa Sidorahayu tetap berdiri kokoh diterjang banjir badang

”Akibat musibah yang terjadi satu Jembatan Gantung mengalami rusak berat,  Tiga unit rumah warga dan satu fasilitas MCK di dusun tujuh Desa Sidorahayu hanyut terbawa derasnya arus banjir bandang,

Serta satu unit Masjid mengalami kerusakan, namun alhamdulillah walau masjid mengalami kerusakan, namun masjid tersebut masih berdiri tegak, mungkin inilah kuasa Allah SWT menunjukkan kepada hambanya,” pungkas kades.

Sambung Mang Udin, sapaan akrab Kepala Desa Sidorahayu mengatakan, kondisi air Sungai Way Tahmi sore ini sudah menyurut dan warga sudah mulai membersihkan lumpur dan sampah yang di akibatkan oleh banjir dan untuk kerugian atas musibah ini di taksir mencapai ratusan juta rupiah. (Alpian)

Baca Juga :   NATAL BERSAMA Di OKU “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”