Sekda OKU Apresiasi FGD Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Libatkan Semua Elemen

oleh -116 Dilihat
Sekda OKU bersama Dandim 0403/OKU dan Kapolres OKU

BATURAJA,Samudra.News-Sekda OKU H. Achmad Tarmizi mewakili PJ Bupati OKU membuka Focus Grup Discussion (FGD) Antisipasi Dampak Rencana Pemerintah Melakukan Pengalihan BBM Bersubsidii di Wilayah Kabupaten OKU. Bertempat di Ruang Abdi Praja Pemkab OKU. Kamis (1/9/2022).

Dari pantauan media acara tersebut juga dihadiri oleh Dandim 0403/OKU, Kapolres OKU, Asisten 1 Setda OKU, Kepala OPD dan Kabag Terkait, Dansubdenpom, Kepala KPPN Baturaja, Kepala Depo Pertamina Banuayu, Kepala SPBU, Ketua BEM se-Kabupaten OKU, Ketua HMI cabang OKU, dan Undangan Lainnya.

Sekda OKU H. Achmad Tarmizi sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan Forum Grup Discussion (FGD) untuk menyatukan persepsi dan mensinergikan rencana langkah yang harus kita lakukan bersama  apabila nantinya ditetapkan kebijakan Pemerintah berkenaan dengan pengurangan subsidi BBM dan untuk mengimbangi stabilitas perekonomian Nasional dan penyesuaian struktur keuangan Negara.

Meskipun pada dasarnya, kita semua meyakini bahwa sangat dilema bagi Pemerintah untuk mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan  masyarakat, dan sudah pasti apapun yang ditetapkan Pemerintah, itu adalah pilihan yang terbaik bagi masyarakat.

Pemerintah sangat memahami, berbagai opini yang muncul terhadap wacana atau isu-isu kenaikan BBM. Akan tetapi disisi lain, bahwa sesungguhnya kebijakan kenaikan BBM mengandung tujuan untuk mewujudkan rasa keadilan.

Subsidi BBM yang diberikan Pemerintah ternyata sebagian besar dinikmati oleh orang-orang yang dinilai mampu secara ekonomi, dinikmati pelaku industri, turut mendukung kesenjangan konsumsi antara kelompok orang kaya dan kelompok masyarakat yang kemampuan ekonominya lemah, ujarnya.

Oleh karenanya, Pemerintah akan menyalurkan subsidi BBM dalam bentuk insentif lainnya, berbentuk bantuan sosial dan kemudahan akses pendidikan dan kesehatan.

Untuk itu, melalui forum diskusi ini kita semua harus menyatukan pemahaman dan pemikiran untuk mendukung kebijakan Pemerintah. Kita selaku stakeholders yang  langsung berkaitan implementasi kebijakan Pemerintah harus  mensosialisasikan sebaik-baiknya apabila Pemerintah menerbitkan kebijakan dengan kenaikan BBM.

Baca Juga :   Pemkab OKU Akan Terapkan SPBE Seperti Pemkab Sumedang

Lebih penting dari itu, kita semua, baik elemen Pemerintah maupun non Pemerintah harus bersatu padu mengambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi berbagai dampak negatif yang muncul akibat kelangkaan BBM ditengah-tengah masyarakat.

Maka melalui FGD ini, tentunya juga dibahas langkah-langkah menjamin kelancaran distribusi dan pasokan BBM ke seluruh wilayah di Kabupaten OKU. Untuk itu, dalam FGD ini, akan kita dengarkan kesiapan dari pertamina dalam mengatur dan mengendalikan distrubusi BBM, terutama pengawasan yabg ketat dalam penjualan ataupun penyaluran di tingkat SPBU-SPBU.

Di pihak lain, pengelola SPBU juga harus mampu menghormati aturan dalam hal keadilan dan keteraturan distribusi dan penyaluran hingga tingkat pertashop, pertamini, ataupun penyalur resmi lainnya.

Melalui forum ini, diharapkan seluruh pihak terkait terutama pengelola SPBU, untuk secara rutin melaporkan segala indikasi dan gejala yang kemungkinan akan menyebabkan kekosongan BBM. Kemudian saya menghimbau agar pengelola SPBU dan pertamina depo Banuayu secara proaktif berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten OKU terutama Polres OKU dalam hal pengamanan pasokan dan pengaturan ketertiban penyaluran dan pengisian BBM di lokasi SPBU.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, Achmad Tarmizi menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas koordinasi dan kerjasama antara pihak Polres OKU beserta jajaran dan Kodim 0403/OKU termasuk pihak Pertamina Depo Banuayu dan segenap pengelola SPBU dengan Pemerintah Daerah, pungkasnya (**).