Ratu Tenny Levira HD: Pentingnya Kesetaraan Berkomunikasi Bahasa Isyarat

oleh -68 Dilihat
Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva HD. S.Ked

PALEMBANG,Samudra.News-WorkShop Bahasa Isyarat Bersama Duta Literasi Sumsel dengan Tema “Memahami Bahasa Isyarat Guna Mewujudkan Komunikasi Efektif Bagi Sahabat Difabel”. Bertempat di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel-Palembang. Sabtu (11/06/2022).

Dihadiri Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva HD. S.Ked didampingi Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana, SSos, MSi. Ketua Gergakin DPD Provinsi Sumsel Iwan Oktarianto dan Juru Bahasa Isyarat Faisal Fani.

Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva HD. S.Ked mengatakan, membahas tentang pentingnya kesetaraan dalam berkomunikasi dengan literasi isyarat bekerjasama dengan Rumah Disabilitas Sumsel dan  Pergerakan Tunarungu Indonesia (Gergakin) Sumsel, juga Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel.

Tentunya kita mengajak para pengiat literasi untuk memasyarakatkan bahasa isyarat. Dengan adanya program ini penggunaan bahasa isyarat itu makin luas, tujuan utama dengan adanya program ini adalah memperbanyak teman dengar atau orang Non tuli yang bisa menggunakan bahasa isyarat, kata Ratu Tenny Leriva.

Tujuannya adalah teman dengar itu makin banyak, bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja tetapi dari kalangan pelajar maupun yang sudah dilingkungan pekerjaan.

Harapannya adalah, pelayanan publik kemudian komunikasi untuk teman-teman tuli itu bisa lebih efektif lagi, mempermudah tentunya. Dikehidupan sehari-hari seperti membuat KTP, ke dokter ataupun membuat SIM, semua teman-teman tuli harus membawak pendamping yang Non tuli. Padahal mereka ingin mencapai kemandirian, tutup Ratu Tenny Leriva HD. S.Ked.

Kemudian Kadis Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana, SSos, MSi menambahkan, kegiatan workshop literasi bahasa isyarat yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Perpustakaan melibatkan masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan budaya baca Literasi masyarakat.

Ini adalah kesetaraan untuk yang berkebutuhan khusus juga harus bisa ikut berkontribusi didalam pembangunan didalam rangka meningkatkan minat baca dan Literasi di masyarakat, terangnya.

Baca Juga :   Bupati Lantik Mabiran & Pengurus Kwartir Ranting Pramuka Banding Agung dan Mekakau Ilir

Selama ini yang non disabilitas lebih mendapatkan perhatian, nah sekarang perhatian pemerintah untuk kesetaraan pak Gubernur melalui Duta Literasi dan dinas Perpustakaan melakukan gerakan agar lebih Empati kepada kaum disabilitas.

Sehingga mereka juga memiliki hak yang sama dengan kita yang non disabilitas. Sebetulnya kita walaupun kemarin pandemi tetap melakukan kelas terbuka hanya saja terbatas pesertanya, ungkapnya.

Dari sosialisasi kemudian nanti ada seleksi dan perhatian tentunya kan dari sosialisasi itu, jenjang yang lebih tinggi lagi ke kelas yang lanjutan misalnya seleksi secara selektif ingin menjadi juru bahasa isyarat harus mengikuti kelas secara bahasa isyarat itu tidak serta merta begitu dia mengikuti sosialisasi langsung bisa seperti yang dilakukan oleh Faisal, pungkasnya (niken/sp).