PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Diganjar Penghargaan Zero Accident dari Menteri Ketenagakerjaan RI

oleh -88 views
Dirpro dan Pejabat PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

BATURAJA OKU-PT Semen Baturaja (Persero) Tbk kembali menerima peng­har­gaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau K3 Award 2018. Anugerah ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah menerapkan K3 di lingkungan kerja dengan baik. PT Semen Baturaja menjadi salah satu penerima penghargaan K3 tersebut untuk kategori penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident). Penghargaan ini diberikan untuk Pabrik Baturaja dan Pabrik Panjang yang diterima Direktur Produksi & Pengembangan SMBR, Daconi didampingi oleh VP QHSE, Taufik Ibrahim dan SM SHE, Kristan Teguh beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

Taufik Ibrahim dan Kristan Teguh

Saat ditemui di kantornya VP QHSE PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Taufik Ibrahim didampingi SM SHE, Kristan Teguh menjelaskan, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PT Semen Baruraja berpe­doman pada kebijakan SHEQ (safety, health, environment & quality) yang merupakan integrasi dari sistem terdahulu yaitu SHEQ-MS. Penghargaan K3 tingkat nasional ini menambah daftar penghargaan sejenis yang pernah diraih per­u­sa­haan yang bergerak di bidang persemen ini. Penilaian dilakukan mulai bulan Juni 2016 sampai Desember 2017, jelasnya.

VP QHSE, Taufik Ibrahim Rakor Evaluasi K3

Perusahaan asal Baturaja ini merupakan satu dari sekian banyak perusahaan yang menerima penghargaan serupa. Ditambahkannya, penghargaan ini diadakan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah menerapkan K3 di lingkungan kerja dengan baik. Harapnya, dengan mendapatkan penghargaan ini dapat memotivasi pekerja, mitra kerja, perusahaan PT Semen Baturaja di Palembang, Lampung dan Baturaja, dan berbagai pihak terkait untuk menerapkan K3. Penerapan K3 dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja, Insya Allah tidak lama lagi PT Semen Baturaja akan mendapat penghargaan di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Perindustrian RI, ujarnya.

Apel Karyawan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

Begitupun pesan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, saat acara penghargaan K3 yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto. Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2018 meliputi 5 kategori, yaitu penghargaan kecelakaan nihil, penghargaan sistem manajemen K3 (SMK3), penghargaan program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV-AIDS) di tempat kerja, penghargaan pembina K3, dan penghargaan pemeduli HIV-AIDS di tempat kerja.

Baca Juga :   Kejaksaan Negeri OKU Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

Jumlah perusahaan yang menerima penghargaan kecelakaan nihil tahun 2018 mengalami peningkatan dibanding tahun 2017. Dari 901 perusahaan pada 2017 menjadi 952 perusahaan pada 2018 atau naik 5,4 persen. Ini menjadi indikasi jika banyak perusahaan yang mulai sadar akan penerapan K3. Sementara itu, sebanyak 1.465 perusahaan menerima penghargaan SMK3, 123 perusahaan mendapatkan penghargaan program P2HIV-AIDS, dan 15 Gubernur dinobatkan sebagai pembina K3 terbaik termasuk Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin.

Rambu rambu K3 di PT Semen Baturaja

Kemudian wartawan Samudra.news meminta komentar dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkab OKU H Ilhamudin SH MSi menjelaskan, prestasi ini tentu didapatkan berkat penerapan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik selama perusahaan beroperasi. Dengan penerapan K3 yang baik, maka zero accident bisa dicapai oleh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Memang sudah menjadi prioritas dan komitmen dinas kita untuk bisa mencegah terjadinya kecelakaan kerja, kata mantan Kadis Infokom Pemkab OKU ini, Rabu (15/08).

Kadisnaker OKU H Ilhamudin SH MSi

H Ilhamudun menegaskan, dirinya sangat mengapresiasi penganugrahan penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident) kepada PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, apa yang telah diperoleh tersebut membuktikan perusahaan yang ada di OKU ini bisa beroperasi sesuai dengan sistem manajemen K3 yang ada. Disebutkan pria yang ramah ini dan sangat bersahaja ini, dengan begitu, maka perlindungan terhadap seluruh pekerja sebagai aset utama perusahaan bisa dilakukan.

Tak hanya memperhatikan para pekerja saja, Kadisnaker OKU yang baru saja dijabatnya menuturkan, sarana dan prasarana yang digunakan perusahaan juga harus diperhatikan standarisasinya. Termasuk lingkungan sekitar tempat perusahaan beroperasi juga menjadi perhatian khusus. Jika sudah begini, maka perusahaan tentu bisa terus maju dan berkembang. Tingkat kesejahteraan bagi seluruh pekerja juga akan semakin baik. Untuk diketahui, penghargaan zero accident (kecelakaan nihil) dari Menteri Ketenagakerjaan RI diberikan kepada perusahaan yang telah berhasil mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tutupnya (yudi)

Baca Juga :   TKA NON SKILL Asal China di PLTU Sumsel I Dipersilahkan Pulang Kampung