Prof. Dr. Ir Armina Fariani. M.Sc Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNSRI

oleh -99 Dilihat
Prof. Dr. Ir. Armina Fariani. M.Sc. Bidang Ilmu Nutrisi  dan Makanan Ternak

PALEMBANG,Samudra.News-Sidang Terbuka Senat Universitas Sriwijaya Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Ir. Armina Fariani. M.Sc. Bidang Ilmu Nutrisi  dan Makanan Ternak (Judul Orasi : Strategi Peningkatan Produksi Sapi Potong di Indonesia) Dilaksanakan di Gedung Serbaguna Program Pascasarjana UNSRI Jl. Padang Selasa Bukit Besar Palembang. Jum’at (24/06/2022).

Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. IPU. ASEAN. Eng mengatakan, seperti yang telah saya sampaikan, kita kan PTNBH guru besarnya harus banyak,  ditargetkan 300, untuk periode yang akan datang nanti Rektor berikutnya yang menyiapkan. Tapi sisa saya setahun lebih ini kita akan kejar semaksimal mungkin, kita yakin dapat, ujarnya.

Karena, dosen yang sudah masak kalau buah tinggal runtuhnya saja itu 450 kalau semuanya mengusulkan kita anggap cepat prosesnya setahun akan terpenuhi, karena sudah Rektor Kepala KUM nya sudah terkumpul banyak  kan diminta 850 yang banyak nyangkut itu sebenarnya seluruh Indonesia ini adalah publikasi journal, beber Anis Saggaf saat diwawancarai usai acara pengukuhan guru besar.

Lanjut Anis menuturkan, kenapa ini terjadi, karena kita tidak terbiasa, dulu ada wajib tiga untuk journal itu, nah, begitu wajib kelabakkan semua. Karena journal itu penting untuk eksistensi perguruan tinggi dan juga untuk publikasi bidang keilmuan kita secara mendunia, ucapnya.

Kalau publikasi itu kan dunia, apalagi kalau dalam bahasa Inggris. nah, itu juga banyak dosen-dosen di seluruh Indonesia ini bermasalah di bahasa Inggris, sudah penulisannya bermasalah bahasa Inggrisnya bermasalah juga.

Akibatnya waktu kompetisi dengan jurnal-jurnal dari dunia lain yang Inggrisnya bagus kita di bawahnya,  kecuali yang memang komplit atau bidang ilmunya itu yang memang unik jadi bisa masuk. Perguruan tinggi sekarang ini Worldclas University, pungkasnya. (niken/sp).

Baca Juga :   JOHAN ANUAR Hadiri & Membuka Rakor Evaluasi Satgas Covid-19 OKU