PERS SEBAGAI MITRA PEMERINTAH, BUKAN SEBAGAI SEMUT GATAL

oleh -46 views

SEKAYU MUBA-Peran penting pers dalam membangun desa sangat membantu sekali dalam mengenalkan potensi desa dan daerah saat ini. Oleh karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar seminar sehari “Peran Pers di Desa”, yang dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Perjuangan, Kamis (15/03).

Ketua PWI Sumsel, H Oktaf Riady, mengatakan bahwa saat ini peran Pers saat ini sudah sangat baik sekali, apalagi ditengah perkembangan zaman era globalisasi kini. Sekarang ini banyak wartawan yang membuat berita langsung diekspos di media, ia tidak mengadakan konfirmasi terlebih dahulu ke narasumber. Para narasumber misalnya Kades, Guru dan lainnya apabila informasinya merugikannya dapat mengadukan wartawan tersebut kepada pihak berwajib. PWI lepas tangan apa bila terjadi dilapangan terhadap kasus yang dimaksud.

Maka dari itu, peran pers harus bisa dimanfaatkan dalam mempromosikan suatu daerah. Setiap desa harus bisa memanfaatkan peran penting pers untuk membangun desa. Jadi jangan menganggap pers sebagai Semut Gatal, manfaatkan medianya untuk meningkatkan promosi suatu daerah,”Kata Oktaf, untuk diketahui wartawan memiliki dan wajib menaati Kode Etik Jurnalistik Pers sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers diantaranya. Wartawan bersikap independent, selalu menguji informasi yang berimbang, tidak mencampurkan pakta dan opini dan menjujujung tinggi azas praduga tidak bersalah.

Selanjutnya wartawan tidak membuat berita bohong, fitnah,sadis dan cabul. Menghormati hak nara sumber, tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap, memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak mau diketahui indentitasnya, tidak menulis berita berdasarkan prasangka terhadap seseorang atas dasar SARA. Selain itu, pihaknya sangat menyayangkan terhadap pers yang membuat berita tanpa adanya konfirmasi baik media cetak maupun media online.

Baca Juga :   H. Marjito Bachri, ST Resmi Sebagai Ketua DPRD OKU Periode 2019-2024

PWI Sumsel tidak akan membela waratawan yang membuat berita tanpa adanya konfirmasi, namun apabila wartawan tersebut membuat berita dengan konfirmasi terlebih dahulu maka  PWI Sumsel akan melindungi wartawan tersebut paling depan, karena tugas wartawan adalah mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelolah, dan menyebarluaskan informasi. Namun wartawan harus punya perinsip etika jurnalis, jujur, akurat, objektif dan berpihak pada kepentingan publik.

Sementara Bupati Muba yang diwakili, Asisten I Setda Muba, H Rusli, mengatakan peran penting pers sangat membantu sekali dalam membangun pemerintahan, oleh karena itu bagi Kepala Desa maupun Kepala OPD apabila ada teman-teman wartawan yang datang kepada kita, kita haruslah menanamkan energi yang positif bukan energi negatif. Wartawan adalah mitra kita, ia bisa menjatuhkan dan bisa juga mengorbitkan seseorang menjadi ngetop, manusia ada kelebihan dan ada kekurangannya. Akhirnya tercapai tujuan dari yang baik untuk membangun senergifitas antara pemerintah dan media.

Saya sampaikan sebelumnya mohon maaf, kedatangan wartawan atau pers bukan untuk mengutik-mengutik kinerja apabila mengenai masalah uang. Oleh karena itu berfikir positif kepada wartawan sangat perlu. Kepada OPD dan Kepala Desa, apabila kita bertugas sesuai undang-undang jadi jangan takut lagi, selain itu wartawan saat ini sudah profesional. Kami mengajak khususnya pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten, mari kita bangun sinergitas dengan pers ini sesuai tugas pokok dan fungsi, tutupnya. (yudi kasman)