PDAM Tirta Raja OKU Lakukan Pengurasan di WTP Tanjung Baru dan di PDAM Induk

oleh -97 Dilihat
Pengurasan Bak PDAM Tirta Raja OKU

BATURAJA,Samudra.News-Untuk meningkatkan kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan, PDAM Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melakukan pengurasan Water Treatment Plant (WTP) di Unit Tanjung Baru. Kamis (3/2/2022).

Dirut PDAM Tirta Raja OKU, H. Abi Kusno, SE melalui bagian Humasnya, Elfranco menjelaskan, pengurasan ini dilakukan karena sudah banyak lumpur yang mengendap hingga menyebabkan air keruh, ujarnya.

Fanco yang biasa disapa rekan-rekannya mengatakan, pengurasan WTP instalasi pengolaan air itu dilakukan guna menjaga sekaligus meningkatkan kualitas produksi air bersih PDAM Tirta Raja di Unit Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur-OKU.

Dalam optimalisasi tersebut kata dia, pihaknya menerjunkan belasan petugas untuk menguras endapan lumpur menggunakan peralatan lengkap sehingga produksi air ke pipa pelangan dapat berjalan maksimal dan kualitas air pun menjadi baik.

Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kapada masyarakat di Bumi Sebimbing Sekundang khususnya para pelanggan PDAM Tirta Raja, katanya.

Hanya saja, selama proses pengerjaan sejumlah wilayah terdampak gangguan antara lain Desa Tanjung Baru, Air Karang, Kemalaraja, Pasar Baru, Sukaraya, Kampung Baru dan seputaran Jalan STM Badaruddin Baturaja.

Pengurasan Bak Induk PDAM Tirta Raja OKU di Baturaja

Untuk itu, ia meminta agar pelanggan menghemat penggunaan air bersih hingga proses pengerjaan selesai dilakukan petugas di lapangan. Proses pengerjaan dilakukan hari ini mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Mudah-mudahan setelah itu distribusi air akan kembali normal.

Selanjutnya dihari yang sama juga dilakukan pengurasan di Bak Prasedimentasi yang terletak di Kantor Pusat PDAM Tirta Raja OKU. Kita hari ini juga menguras dan membersihkan lumpur di Bak Presidimentasi PDAM Induk yang menjadi bak penampungan pertama bahan baku air dari Sungai Ogan, kata Fanco

Pada pengurasan yang diperkirakan memakan waktu 8 jam ini, PDAM Tirta Raja mengerahkan 8 orang pekerja untuk membersihkan lumpur yang diperkirakan mencapai 1 meter itu. Bak penampungan pertama jadi air dari sungai ogan diolah dulu bak ini, makanya banyak lumpur dan material yang keras terendam disana, ujarnya.

Baca Juga :   5 Caleg Yang Gugur Sebelum Berkompetisi di Pileg 2019

Dikatakan Fanco pengurasan lumpur ini untuk optimalisasi produksi air, selain itun meningkatkan pelayanan serta kuantitas dan kualitas air yanh di distribusikan ke pelanggan.

Dalam satu tahun biasanya kita melakukan 2 atau 3 kali pengurasan tergantung faktor alam jika sungai ogan debit airnya kerap naik pengurasan bisa dilakukan lebih sering, jika kemarau kita seuaikan sebab akan mempengaruhi distribusi air kepelanggan, katanya.

Meskipun dilakukan pengurasan, namun tidak terlalu berdampak untuk distribusi kepada pelanggan. Distribusi tetap berjalan, namun tidak normal sebab air yang mengalir akan mengecil. Setelah proses pengurasan ini selesai insyallah 2-3 jam setelah itu distribusi air kepelanggan akan kembali normal, pungkasnya (yudi).