PDAM Gratiskan Angsuran Dua Bulan Khusus Golongan Tertentu

oleh -138 views
Kantor PDAM Tirta Musi Palembang

PALEMBANG,Samudra.News-Kebijakan Pemkot Palembang memberikan stimulus terhadap para pelanggan PDAM Tirta Musi tidak menyasar semua golongan. Keringanan yang diberikan Pemkot, hanya berlaku untuk beberapa golongan tertentu.

Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya menjelaskan, beberapa kriteria yang termasuk dalam program Pemkot Palembang, yakni pelanggan golongan 1A, 1B, 1C, dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pelanggan golongan ini mendapat gratis tagihan selama dua bulan.

Kebijakan Pemkot ini semata untuk tetap memperkuat ekonomi masyarakat di tengah Pandemi Virus Corona. Bantuan ini berlaku untuk tagihan di bulan Mei dan Juni 2020, kata Dirut PDAM Tirta Musi Palembang, Selasa (14/4/2020).

Adapun kategori kelompok 1A, kata Andi, seperti Hydrant, Ledeng Umum dan Rumah Yatim Piatu. Sedangkan kategori pelanggan 1B, tempat Ibadah, Pesantren, Badan Sosial, Rumah Jompo dan Kantor Yayasan Yatim Piatu.

Untuk kategori pelanggan kelompok 1C meliputi Rumah Sangat Sederhana, Rumah Susun Sangat Sederhana, serta Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pun tak luput dari perhatian pemerintah.

Dikatakan Andi, program stimulan dari Pemerintah kota Palembang ini sebagai bentuk bantuan meringankan beban golongan tertentu di tengah pandemi virus Corona. PDAM Tirta Musi pun menggratiskan tagihan air bersih untuk 17.054 pelanggan.

Dari ribuan pelanggan itu, total dananya sebesar Rp2,24 miliar yang dikucurkan melalui dana APBD. Dan yang digratiskan itu tidak termasuk biaya amandemen, terangnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya

Dari data yang dihimpun, pelanggan tarif sosial kategori 1A sebanyak 30 pelanggan dengan total total tagihan sebesar Rp2,056 juta, kategori 1B sebanyak 2.143 pelanggan dengan total tagihan Rp231,28 juta.

Sedangkan kategori 1C sebanyak 1.290 pelanggan dengan total tagihan Rp75,32 juta. Sementara itu kelompok MBR ada 13.591 pelanggan dengan total tagihan Rp812,6 juta.

Baca Juga :   Sofian Saleh Perkenalkan Pengusaha Kanada Untuk Berinvestasi di OKU

Jadi total keseluruhan jumlah pelanggan yang diberi keringanan berjumlah 17.054 pelanggan dengan jumlah kubikasi 473.361m3 atau total tagihan sebesar Rp 1,121 miliar per bulan. Setelah diakumulasi Mei dan Juni Rp2,242 miliar, jelasnya.

Untuk memperkecil peluang terinfeksi virus Corona, pihaknya juga tidak melakukan pembacaan meter dari bulan April 2020, dan menerapkan 50 persen karyawan kerja serta 50 persen karyawan cuti. “Untuk direksi tetap masuk, hanya karyawan yang kita terapkan seperti itu,” ungkapnya.

Dirinya berpesan, agar para pelanggan tidak usah keluar rumah dan selalu menjaga kebersihan serta meningkatkan anti body agar tidak mudah tertular virus Corona. Jadi para pelanggan tetap dirumah saja, karena kami akan melayani pelanggan kami semaksimal mungkin, imbaunya (ril/int).