Mengenal DWI BINTANG SATRIO, Hakim Baru PN Baturaja Keturunan Baturaja

oleh -741 views
Dwi Bintang Satrio saat dilantik sebagai Hakim

BATURAJA, Samudra.News-Dwi Bintang Satrio, SH, MH lahir di Kota Bandung (16/9/1994) adalah Putra ke 2 dari 3 bersaudara anak pasangan Dr. Erwantoni Yakoeb, SH, MH dengan Ety Ismiati, SH. Walau lahir dan besar di Bandung, namun ia sering pulang ke Baturaja.

Dwi Bintang Satrio yang biasa dipanggil Bintang mempunyai saudara kandung adalah Cahya Wulandari, SH (Kakak) dan Grees Ayu Alamdari  (Adik). Ayahnya bernama Dr. Erwantoni Yakoeb, SH, MH adalah asli Putra Baturaja OKU yang saat ini menjadi Hakim Pengadilan Negeri Serang Provensi Banten.

Bintang resmi bertugas di tanah kelahiran orang tuanya sejak dilantik Ketua Pengadilan Negeri Baturaja Agus Safuan Amijaya, SH, MH bersama lima (5) Hakim Muda (Millenial). Bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Baturaja OKU, Kamis (30/4/2020).

Hakim PN Baturaja, Dwi Bintang Satrio, SH, MH

Suami tercinta dari Melienda Permatasari, SH, MH saat ini dikaruniai dua anak yakni Cyra Alula Lentera Alam dan Muhammad Shankara Cakra Alam. Pria kelahiran Bandung 1994 silam bersyukur karena ia ditugaskan di Kota kelahiran  Ayah tercintanya. Dr. Erwantoni Yakoeb, SH, MH.

Pendidikan formalnya banyak dihabiskan di Kota Bandung, hanya SD Negeri 17 saja Bintang menamatkan di Kota Empek-empek Palembang, SMP Negeri 5 Bandung, 2006-2009, SMA Negeri 5 Bandung, 2009-2012, Sarjana Hukum (S1), Universitas Padjadjaran (Bandung), Tahun Masuk 2012, Tahun Lulus 2016 dan Magister Hukum (S2), Universitas Padjadjaran (Bandung), Tahun Masuk 2016, Tahun Lulus 2018.

Saat dilantik Bintang tidak dihadiri kedua Orang tuanya, namun bersyukur waktu pelantikan dihadiri oleh seluruh Pegawai Pengadilan Negeri Baturaja dan disemangati oleh rekan-rekannya Hakim Baru Pengadilan Negeri Baturaja diantaranya Arie Septi Zahara, SH. Yessi Oktarina, SH. Salihin Ardiansyah, SH dan Teddy Hendrawan Anggar, SH.

Baca Juga :   Bupati OKU Gowes Bareng Dandim, Wakapolres dan Komunitas Radja Gowes
Hakim baru PN Baturaja bacakan ikrar sumpah & janji

Saat ditanya tugas kedepannya, Bintang mengatakan, sebagai Hakim Pengadilan Negeri Baturaja yang baru, dirinya memiliki tugas penting untuk dapat lebih meningkatkan prestasi Pengadilan Negeri Baturaja.

Ini tantangan bagi saya pribadi, harus secepatnya memegang tanggungjawab yang sangat besar, karena perkaranya banyak maklum tiga (3) kabupaten yakni OKU, OKU Timur dan OKU Selatan, ujar pria yang berbandan tinggi ini.

Bintang mengatakan, manajemen Pengadilan Negeri Baturaja sudah dikatakan cukup baik, dimana seluruh proses dan hasil persidangan dapat dilihat oleh masyarakat umum melalui website. Namun, alangkah baiknya kedepan menjadikan PN Baturaja terus berinovasi dalam melayani masyarakat.

Saat ditanya pesan dan kesannya selama ini, Bintang menyampaikan, Alhamdulillah puji serta syukur dipanjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan bimbingannya Bintang berhasil melewati dan menyelesaikan tahapan demi tahapan hingga akhirnya dilantik menjadi Hakim Pengadilan Negeri Baturaja.

Foto bersama dgn Ketua PN Baturaja usai dilantik

Proses seleksi yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung telah dilakukan secara “Bersih, Transparan dan Akuntabel”, sehingga akhirnya Kami berhasil menjadi bagian dari Mahkamah Agung dan dinyatakan lulus seleksi Calon Hakim tersebut.

Calon Hakim pada Program PPC ini tidak hanya mendalami materi-materi yang berkaitan dengan hukum saja, akan tetapi pada Program PPC ini Para Calon Hakim juga dibekali  tentang pentingnya sikap dalam menjaga, menjunjung tinggi dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam kode etik dan prilaku Hakim.

Kode etik dan prilaku Hakim dapat tertanam pada diri Para Calon Hakim, sehingga para Hakim ini diharapkan menjadi Hakim yang tidak hanya unggul dan dapat menyelesaikan persoalan hukum di masyarakat melalui putusan-putusannyanya, tetapi Calon Hakim diharapkan menjadi Hakim-hakim yang memiliki integritas dan profesionalisme yang tinggi dalam bekerja, pungkasnya (yudi).

Baca Juga :   Sidak Pasar, Sekda dan TPID OKU Sebut Harga Relatif Normal