MASSA Dari AMP-Lingkungan Minta Cabut Izin & Hentikan Operasional PT Barus Family Jaya

oleh -233 views
Koordinator Aksi AMP-Lingkungan, Jonsi Robert

BATURAJA,Samudra.News-Massa dari aliansi masyarakat peduli lingkungan (AMP-Lingkungan) Kabupaten OKU yang jumlahnya ratusan orang mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kantor Perizinan Pemkab OKU, Rabu (15/7/2020).

Kedatangan ratusan pendemo tersebut, dalam orasinya AMP-Lingkungan menyampaikan pernyataan sikap dan menuntut agar Pemkab OKU untuk mencabut izin PT Barus Family Jaya yang telah mencemari kebersihan Sungai Ogan yang mengeruk keuntung pribadi.

Massa membawa poster dan sepanduk yang bertuliskan “Cabut Izin PT. Barus Family Jaya” merusak dan membunuh masa depan orang anak cucu di Bumi Sebimbing Sekundang. Tolak tambang beroperasinya juga.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Jonsi Robert mendesak Pemerintah Kabupaten OKU untuk menghentikan proses perizinan tambang batu yang berakibat mencemari sungai Ogan. Ditambahkannya, memberikan izin kepada PT. Barus Family Jaya yang dulunya beroperasi di OKU Timur hanya mendatangkan petaka bagi masyarakat.

Sekdin DLH tunjukan fotocopy dokumen laporan

Tambang penambangan batu dinilai tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar Ulu Gan, Pengandonan, Muarajaya apalagi masyarakat Kabupaten OKU pada umumnya. Kami turun untuk meminta Pemkab OKU untuk mencabut izin lokasi tambang batu, kata aktivis AMP-Lingkungan ini.

Sungai Ogan tak sejernih seperti dahulu dan kini sudah tercemar oleh perbuatan segelintir oknum yang mencoba mengeruk keuntungan demi kepentingan mareka sendiri. Pencemaran tersebut berasal dari pertambangan Batu milik PT Barus Family Jaya yang berada di dua Kecamatan yakni Kecamatan Ulu Ogan dan Pengandonan.

Bowo Sunarso selaku peserta aksi menyampaikan kami pihak aliansi masyarakat peduli lingkungan (AMP-Lingkungan) meminta kejelasan kapan pihak DLH dan Perizinan bisa menentukan kepastian memberikan jawaban pada AMP-Lingkungan, tegas Bowo meminta kejelasannya.

Di tempat yang sama perwakilan Mahasiswa Mulyana menyampaikan, pihaknya sudah melihat secara jelas kegiatan PT Barus Family Jaya yang mana diduga keras telah melakukan kegiatan yang membuat pencemaran sungai Ogan guna mengeruk keuntung pribadi, yang mana kegiatan PT Barus Family Jaya telah menyalahi aturan dan undang-undang tentang Lingkungan Hidup.

Baca Juga :   SEKDA Bersama ASN Pemkab OKU Gelar Jum'at Bersih dari Ramayana-Ash Sholihin
Pendemo dijaga ketat oleh Pol PP Pemkab OKU dan Polisi

Salah seorang perwakilan dari Kecamatan Semidang Aji Asmudin mengatakan, sangat terasa sekali dampak dari pencemaran sungai Ogan ini, karna kami mandi dan mencuci di sungai Ogan bahkan sekarang ini untuk memancingpun hasilnya mengecewakan, katanya berapi-api.

Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Baharudin menyampaikan, bahwa Kepala Dinas DLH OKU sekarang sedang Dinas Luar Kota, dengan alasan di panggil Kepala Dinas DLH Provinsi Sumsel, ujarnya.

Saat diminta oleh para pendemo adakah surat pemanggilan dari Kepala Dinas Lingkungan Provinsi tersebut, Sekretaris Dinas hanya menunjukan fotocopy dokumen berkas hasil peninjauan minggu yang lalu, sebagai bahan yang akan dilaporkan ke Palembang.

Selanjutnya aksi masa yang merasa kecewa melanjutkan aksinya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kedatangan masa dari AMP-Lingkungan di terima langsung oleh PLT DPMPTSP, H. Romson Fitri, SH dan mengatakan bahwa dirinya hanya Plt. Dinas Perizinan Pemkab OKU.

Diakhir aksi massanya Koordinator AMP-Lingkungan Josi Robet mengatakan, akan melakukan Aksi yang lebih besar apabila perizinan PT. Barus Family Jaya sebelum dicabut dan dihentikannya secara permanen operasi PT. Barus Family Jaya di Bumi Sebimbing Sekundang, pungkasnya (yudi).