KPK Tahan Ketua DPRD Muara Enim, Siapa Lagi Menyusul

oleh -559 views
Halaman depan Gedung KPK Jakarta

JAKARTA, Samudra.News-Komisi Pemberantasan Korupsi atua KPK langsung menahan Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB selama 20 hari ke depan dalam kasus korupsi proyek jalan tahun 2019.

Selain Aries, KPK juga turut menahan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi. Aries dan Ramlan akan ditahan selama proses penyidikan di Rumah Tahanan KPK C-1, mulai 27 April-16 Mei 2020.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK, para tersangka saat ini telah dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari, kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, melalui Video Converence di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2020).

Ramlan dan Aries ditangkap KPK di kediaman masing-masing di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (26/4/2020).

Tersangka yang ditahan KPK Jakarta

Aries ditetapkan tersangka setelah menerima suap dari Robi Robi Okta Fahlefi selaku pihak swasta mencapai Rp3,031 miliar. Uang itu commitment fee perolehan Robi atas 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim.

Kemudian Ramlan, menerima suap dari Robi mencapaiRp 1,115 miliar. Penetapan tersangka Aries dan Ramlan merupakan pengembangan dari hasil pengungkapan kasus menjerat Bupati Muara Enim Ahmad Yani.

Robi diduga memberikan commitment fee sebesar 5 persen dari total nilai proyek kepada pihak-pihak selain Ahmad Yani.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan kronologis penerimaan uang suap Ketua DPRD Aries yang diterima dari Robi Okta Fahlefi selaku pihak swasta mencapai Rp3,031 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee perolehan Robi atas 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim.

Pemberian sebesar Rp3,031 miliar dalam kurun waktu Mei-Agustus 2019. Itu diberikan dirumah Aries HB, ujar Alexander.

Selain Aries, kata Alexander bahwa Robi juga memberikan uang suap kepada Ramlan Suryadi mencapai Rp1,115 miliar. Uang tersebut juga sebagai commitmen fee pengerjaan proyek.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel Ikuti Vidcon Ops Aman Nusa II Pimpinan Wakapolri

Uang suap diberikan Robi dalam rentan waktu, Desember sampai September 2019. Robi juga diduga memberikan 1 unit telepon genggam merk Samsung Note 10 semua diberikan di rumah Ramlan, tutup Alex.

Penetapan tersangka Aries dan Ramlan merupakan pengembangan dari hasil pengungkapan kasus menjerat Bupati Muara Enim Ahmad Yani. Robi diduga memberikan commitment fee sebesar 5 persen dari total nilai proyek kepada pihak-pihak selain Ahmad Yani.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka kasus korupsi di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim dalam operasi tangkap tangan atau OTT di Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim, Selasa (3/9/2019).

Ketiganya yakni Robi Okta Fahlefi sebagai pemberi dari unsur swasta atau pemilik PT Enra Sari, kemudian Bupati Ahmad Yani sebagai penerima, dan Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar (EM).

Berdasarkan hasil penyelidikan, KPK mengamankan uang 35 ribu dolar AS yang diduga sebagai bagian dari “fee” 10 persen yang diterima Ahmad Yani dari Robi Okta, pungkasnya (her/int).