Kombes Pol Drs. Lamazi AS Kunjungi Wanita Lansia Sebatang Kara & Lumpuh

oleh -87 views
Lansia Wariyem dalam pembaringannya

SOSOH BUAY RAYAP OKU-Badannya bungkuk, rambutnya memutih, kulitnya keriput ditambah lagi sekarang tidak bisa berjalan seperti biasanya alias lumpuh. Dulu, Wariyem (90) muda adalah seorang perempuan pekerja keras di daerah asalnya Ngawi Jawa Timur.

Walau Ia sudah menikah sebanyak 5 kali, namun belum ada keturunan. Jadilah Wariyem menjelang senja ini hidupnya sebatang kara, berutung ia diasuh oleh adiknya yang bernama Sarni (75) beralamat di Blok D Desa Mekar Jaya Kecamatan Sosoh Buay Rayap OKU.

Lamazi berikan motivasi kepada lansia lumpuh

Wariyem tak punya anak-anak. Selama ini hanya saudara kandungnya Sarni yang berprofesi sebagai tukang urut menafkahi hidupnya, ia tinggal tinggal di Desa Mekar Jaya atas inisiatif adiknya yang terlebih dahulu tinggal di Blok D ini.

Saat ditanya media Wariyem mengatakan tidak begitu lancar berkomunikasi dengan keluarga saudara dalam bahasa Indonesia, bersyukur adik perempuan saya yang bernama Sarni yang bisa menjelaskan dalam bahas Indonesia bercampur Bahasa Jawa, jelasnya.

Saat ditemui Kombes Pol Drs. Lamazi AS bersama rombongan, Wariyem sedang tidur-tiduran didipan yang tak punya alas sebagaimana biasanya, sebagaimana terlihat bantalnya beralaskan bendera Partai Demokrat.

Secara simbolis Lamazi serahkan bantuan

Ada pemandangan yang membikin hati menangis, karena wanita lansia tersebut sudah lama mengalami sakit dan hidup seorang diri serta ia tidak bisa kemana-mana hanya berbaring di dipan yang tanpa kasur menemani hidupnya.

Bersyukur pada hari itu, Sabtu (1/2/2020) suami dari mantan Kapores OKU AKBP Dra. Ni Ketut Widayana Sulandari beranjang sana sekaligus bersilaturahmi kepada lbu Wariyem di Blok D Desa Mekar Jaya Sosoh Buay Rayap.

Usai menemui Ibu Wariyem (90) di dalam pembaringannya, Kombes Pol Lamazi AS memberikan tanda kasihnya berupa Sembako dan Uang untuk keperluan berobat dan kebutuhan sehari lainnya sambil mendoakannya semoga cepat sembuh, pungkasnya (yudi).

Baca Juga :   PDP OKU Menjadi 4 Orang, Satunya Berasal Dari Santri Ponpes Pulang Dari Jawa