Ketua Harian TPID Dr. H. Achmad Tarmizi Berharap Inflasi Di OKU Terkendali Dengan Baik.

oleh -36 views
Sekda OKU dalam pengarahannya

BATURAJA OKU-Sekda Pemkab OKU Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, SE, MT, MSi, MH membuka rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten OKU bertempat di Ruang Bina Praja Pemkab OKU, Kamis (13/12/2019).

Dari pantauan media acara tersebut selain dihadiri Sekda OKU, juga nampak Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Sumsel, Indra, Perwakilan Polres OKU Kompol M Ginting, Kadin Pertanian Joni Saihu, Kadin Ketahanan Pangan Supriyono, Kadin Perhubungan Firmansyah, dan Kepala OPD lainnya, Kabag, Camat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Indra mengatakan realisasi inflasi Sumsel bulan November 2019 adalah sebesar 2,59% (yoy) lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 3,00% (yoy).

Sekda saat memaparkan tentang TPID OKU

Lima komoditas utama penyumbang inflasi dan deflasi di bulan November 2019 adalah Cabai Merah, Daging Ayam Ras, Angkutan Udara, Bumbu Masak jadi, dan Cabai Rawit (deflasi).
Bawang Merah, Rokok Kretek Filter, Emas Perhiasan, Sepeda Motor dan Ikan Patin (inflasi ).

Inflasi akhir tahun 2019 Sumatera diperkirakan lebih tinggi dari tahun 2018. Pertumbuhan inflasi Provinsi Sumsel diperkirakan berada pada rentang target di tahun 2019 yaitu 3,5+_ 1% (yoy) didorong oleh perlambatan ekonomi dunia, perlambatan indeks pangan dunia, dan cuaca yang diperkirakan normal.

Ditempat yang sama Sekda OKU Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, SE, MT, MH, MSi selaku Ketua Harian TPID mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BPS dan bagian perekonomian Setda OKU. Pengendalian oleh TPID ini, semua berharap inflasi di Kabupaten OKU akan terkendali dengan baik.

Foto usai rapat TPID bersama Perwakilan BI

Dalam mengendalikan inflasi sebaiknya harus ada strategi yang baik, terlebih dalam suasana ekonomi yang lesu sekarang ini. Inflasi di Kabupaten OKU dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama kebutuhan pokok.

Baca Juga :   KPU Tetapkan 438 Caleg Masuk DCT & 5 Caleg Dicoret

Kebutuhan pokok tentu mengalami kenaikan harga, disebabkan karena masih mendatangkan dari luar Kabupaten OKU. Inflasi adalah sebuah indikator perekonomian di suatu daerah berjalan dengan aktif, namun jika inflasi tidak dapat dikendalikan, maka daerah pertumbuhan ekonomi akan terhambat.

Dilanjutkan Sekda OKU, ia menginstruksikan kepada Kepala OPD terkait untuk melakukan inventarisasi suplier, maka kita akan tahu alur diperolehnya barang, dan kita akan tahu penyebab kelangkaan yang terjadi, ujarnya.

Persoalan inflasi tidak bisa dipisahkan dari urusan pangan rakyat, sehingga seluruh pihak berkewajiban memberikan masukan dalam mengenai persoalan masyarakat, pungkasnya (yudi).