JPU Asal Baturaja OKU Tangani Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Meninggal

oleh -490 views
Jaksa asal Baturaja OKU, Fedrik Adhar Syaripuddin

JAKARTA,Samudra.News-Fedrik Adhar Syaripuddin Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang sempat menjadi jaksa penuntut umum (JPU) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, meninggal dunia, Senin (17/8/2020).

Belakangan diketahui, Jaksa Fedrik meninggal dunia karena komplikasi penyakit gula serta terpapar virus corona (Covid-19). Hal tersebut dibenarkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada wartawan. “Benar (karena Covid-19),” kata Burhanuddin.

Sementara Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, Fedrik meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Jakarta Selatan pada pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh Hari, Jaksa Fedrik meninggal akibat komplikasi penyakit gula. Pada hari ini Senin tanggal 17 Agustus 2020 sekitar pukul 11.00 di RS Pondok Indah Bintaro. Info sakitnya komplikasi penyakit gula, ungkap Hari.

Kabar kematian Fedrik sempat tersiar di media sosial. Hal tersebut sempat diberitakan media lokal Sumatera Selatan, dan viral di media sosial. Dalam informasi viral itu disebutkan, Jaksa Fedrik meninggal setelah sempat pulang ke daerah Baturaja-OKU, Sumatera Selatan, untuk urusan keluarga.

Jaksa Fedrik bersama teman teman asal Baturaja OKU

Fedrik Adhar Syaripuddin sempat menjadi sorotan warganet tatkala menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, beberapa waktu lalu.

Pasalnya, ia menyebut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi tanpa disengaja.

Atas dasar itu pula, Jasa Fedrik menuntut dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, masing-masing hanya satu tahun penjara.

Sementara penyidik senior KPK, Novel Baswedan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Jaksa Fedrik Adhar Syaripuddin yang bertugas di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Fedrik merupakan jaksa penuntut umum yang pernah bertugas menangani kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Iya. Turut berduka cita semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya, (int).

Baca Juga :   Sosialisasi FKDM Mengedukasi Masyarakat Tentang Bahaya Radikalisme dan Hoaks