Giliran Warga Muara Enim Yang Tewas Diterkam Harimau, Ini Ceritanya

oleh -118 views

MUARA ENIM-Belum hilang dari ingatan kita warga Pagaralam, Lahat dimangsa harimau kini giliran Ibu rumah tangga bernama Sulistiowati (30), warga Talang Tinggi, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muaraenim, Sumsel.

Cerita orang tua korban, Ratemi (50) dan Purwanto (50) tak menyangka putri pertamanya Sulistiowati (30) menjadi korban keganasan harimau. Sulis diduga diterkam Harimau saat sedang mandi.

Tampak suasana duka menyelimuti kediaman Purwanto yang tak lain orang tua korban. Tetangga pun tak henti-hentinya berdatangan. Baik yang ingin menyampaikan bela sungkawa maupun yang ingin tahu cerita terkait kejadian yang menimpa ibu dari satu anak tersebut.

Dikatakan Ratemi (50) sebelum tewas, korban masih sempat bertemu dan pamit dengannya karena ingin mandi sembari mengecek kebun durian miliknya yang sedang berbuah. Dia sempat pamit dengan saya dan bilang katanya mau mandi di kebun, namun sempat saya suruh bayar arisan dulu dan kemudian dia sempat minta makan di rumah neneknya, katanya.

Sulistiowati jadi keganasan harimau sumatera

Ia juga mengungkapkan setelah korban pergi mandi, hingga sore korban tak kunjung pulang. Tiba-tiba saya dengar wak korban, kakak saya pulang kerumah dan bilang bahwa ia bertemu dan berhadapan dengan harimau, ukurannya sekitar dua meter.

Ia sempat bertatapan langsung dan saling berhadapan, perlahan-lahan mundur dan langsung berlari, mendengar hal tersebut saya tidak banyak bicara, saya langsung teringat Sulis yang sedang mandi, karena lokasi harimau yang dilihat waknya tidak berjauhan dengan tempat ia mandi.

Sesampainya di lokasi pemandian, Ratemi langsung mencari Sulis, tapi dia sudah tidak ada, sementara alat mandinya masih ada berupa handuk.

Saya panik dan berusaha mencari dia, handuknya saya temukan sudah bergeser dari tempat pemandiannya, tapi tetap tidak bertemu. Saya langsung pulang dan memberitahu keluarga untuk membantu mencari Sulis, tuturnya.

Baca Juga :   Popo Ali Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di Bogor

Dikatakan Ratemi, Sulis adalah anak pertamanya dan telah memiliki satu orang putra bernama Reka Wijaya (9). Sulis sudah pisah dengan suaminya, sehari-hari ia bergantung hidup dengan berkebun dan setelah Sulis tidak ada ini, kamilah yang akan mengasuh anaknya, kasian Reka, masih kecil sudah di tinggal ibunya untuk selama-lamanya, katanya.

Dikatakannya saat ini, ia dan keluarga telah mengikhlaskan kepergian putrinya tersebut. Saya tidak ada firasat apa-apa, kalau Sulis akan pergi, diapun tidak melihatkan tanda-tanda aneh, kami ikhlas, mungkin ini sudah suratan anak kami, katanya lirih.

Jenasah korban keganasan harimau

Ditambahkan Purwanto, Ayah korban saat mendengar cerita istrinya bahwa Sulis hilang ia pun berusaha berpikir jernih. Pikiran pasti sudah berurusan dengan nyawa dan ada hal yang buruk sudah menimpa anak saya, awalnya langsung ketempat pemandian untuk mencari Sulis, tapi berusaha menenangkan diri. ungkapnya.

Ratemi lalu berpikir karena hari sudah gelap dan tak membawa senter, akhirnya ia pulang dan minta bantuan warga untuk mencari Sulis. Ia pun tak bisa berbicara banyak saat melihat Sulis ditemukan dalam kondisi yang tragis.

Saya hanya bisa memandangi dia saja, saya lihat kaki kiri dan kanan anak saya sudah putus, kemaluan habis dan leher pun hampir putus, katanya. Ia juga meminta pemerintah untuk dapat mencarikan solusi terkait peristiwa tersebut.

Kami tidak berani ke kebun, padahal hidup kami hanya bergantung hidup dengan bertani. Kami berharap pemerintah dapat bertindak untuk memberikan rasa aman, jangan sampai ada korban lagi, cukup Sulis anak kami saja, pungkasnyanya (herdi).