DULU SUMANTO KANIBAL, SEKARANG SUMANTO JADI USTADZ

oleh -44 views

JAKARTA-Sumanto pria asal Desa Plumutan, Purbalingga, Jawa Tengah ini pernah menggegerkan Tanah Air karena memakan mayat. Julukan “Manusia Kanibal” pun melekat pada Sumanto. Karena perbuatannya itu, Sumanto diganjar lima tahun penjara di Lembaga Pemasyarakat Purwokerto, Jateng. Namanya terdengar sampai ke luar negeri. Gara-gara kasus dia makan daging manusia, Sumanto dijuluki raja kanibal Indonesia.

Sebelum ditangkap, pria ini sudah menyantap 3 orang. Korban pertama yakni rekannya saat dia bekerja di pabrik gula. Kedua, penjahat yang mencoba merampoknya, dan ketiga, mayat yang baru 16 jam dikubur. Dari korban ketiga ini akhirnya Sumanto dapat ditangkap. Dia mengaku memakan daging manusia untuk memperoleh kesaktian. Merinding dengar kisahnya. Apa kabar ya Sumanto sekarang? Ternyata dia sudah jadi Ustadz.

Setelah menjalani masa tahanan dan keluar dari penjara, Sumanto terlihat lebih baik. Dia sudah rajin solat bahkan mengajarkan mengaji waktu di penjara. Namun sayang, perubahan ini tak bisa diterima oleh warga kampungnya di Karanganyar, Purbalingga. Mereka masih takut jika Sumanto mengulangi perbuatannya. Namun ada saja orang baik di dunia ini. Sumanto dipersilakan tinggal di pondok pesantren. Sumanto pun belajar beribadah dan berdakwah.

Dia kini dikenal sebagai Ustadz. Kadang-kadang juga sering diundang berbagai acara seperti pembukaan pameran lukisan, dan sebagainya. Usai solat Id, dengan suka cita Sumanto berpamitan dengan ratusan narapidana dan petugas LP Purwokerto yang telah menemaninya selama menjalani masa hukuman. Namun keinginan Sumanto untuk berkumpul kembali bersama keluarga harus tertunda. Ia ditolak warga yang ngeri dengan perbuatan Sumanto tiga tahun silam karena mencuri dan memakan jenazah nenek Rinah. Warga takut Sumanto kumat dan mengulangi perbuatan kejinya itu.

Baca Juga :   Jaman Sekarang, Teman Yang Menipu Teman Sendiri

Beruntung, panti rehabilitasi mental An-Nur di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga mau menerima Sumanto. Bersama puluhan santri lainnya, Sumanto menjalani terapi kejiwaan di bawah bimbingan Ustadz Supono. Sumanto belajar ilmu agama dan belajar mengaji. Sumanto juga dikenalkan tentang ilmu pertanian sebagai bekal jika kelak kembali ke masyarakat.

Ganjaran hukuman penjara ditambah bimbingan agama yang ketat rupanya membuat Sumanto kapok. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya di masa silam. Maafkan atas kesalahan saya sebagaimana mestinya seorang tahanan yang menggali kubur memakan daging manusia sekarang telah memakan roti, ujar Sumanto.

Memang ada yang berbeda dengan penampilan Sumanto kali ini. Tak ada kesan seram. Sumanto mengenakan busana muslim, kacamata dan peci. Meski agak terbata-bata, Sumanto mampu bercerita banyak soal kesehariannya di panti rehabilitasi mental An-Nur. Sumanto mengaku sangat senang tinggal bersama Ustadz Supono. Saya diajari baca Al-quran dan solat. Saya merasa suka dan senang, ia kini bahkan dengan fasih mampu melantunkan shalawat untuk menenangkan diri, menggantikan kebiasaannya nembang di saat hati gusar. (int)