CFW KOTAKU OKU Dikunjungi Tim Sertifikasi BPPWSS Prov. Sumsel

oleh
Peninjauan di LKM Balam Kelurahan Baturaja Lama

BATURAJA,Samudra.News-Tim Sertifikasi BPPWSS Provinsi Sumatera Selatan yang diketuai Furqon Rahmat Fajar didampingi Askot-Fasilitator Kotaku OKU melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka peninjauan dan sertifikasi hasil pekerjaan LKM berupa kegiatan Padat Karya atau Cash For Work (CFW) di delapan (8) Kelurahan/Desa yang ada di Kabupaten OKU. Jum’at (3/9/2021).

Dalam peninjauan tersebut, Tim Sertifikasi BPPWSS Prov. Sumsel di dampingi oleh Askot CD Mandiri Baturaja Muksin Danier, ST, SF Rama Handrawan, SE, Muhammad Husin, SH, Faskel Teknik Yulian Sonata, ST, Andri Apriansyah, ST, Priska, ST, Faskel Ekonomi Rudi Harianto, SE, Evi, Desti, Heri Aminudin dan lainnya.

Peninjauan di LKM Lesung Bintang Desa Laya

Kedatangan Tim Sertifikasi BPPWSS tersebut dalam rangka peninjauan kegiatan infrastruktur skala lingkungan permukiman Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) di Kabupaten OKU, Ini merupakan wujud pelaksanaan kegiatan pengawasan BPPWSS Prov. Sumsel terhadap pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Tim Sertifikasi BPPWSS mengawali kunjungan selama empat (4) hari dari tangggal 1-4 September 2021 dimulai  dari Kelurahan Tanjung Agung, Desa Sukamaju, Batu Putih, Laya Kecamatan Baturaja Barat. Esok harinya berkunjung di Kelurahan Sukaraya, Sukajadi, Sepancar LK, Baturaja Lama Kecamatan Baturaja Timur.

Dalam setiap pertemuan dengan LKM dan KSM, Tim BPPWSS Prov. Sumsel ke Sekretariat LKM selalu dimulai dengan berdiskusi dengan LKM untuk menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya. Ia mengatakan ini merupakan salah satu prioritas kami melakukan kunjungan lapangan di lokasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan memastikan kegiatan berjalan dengan baik atau mengalami hambatan, ujarnya.

Askot CD Mandiri Baturaja Muksin Danier, ST menyatakan, kegiatan infrastruktur yang berbasis masyarakat harus betul-betul dilaksanakan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan bersama warga masyarakat, apabila ada yang belum sesuai dilapangan dapat dimusyawarahkan kembali dengan warga masyarakat.

Baca Juga :   GUBERNUR SUMSEL Kunjungi Muara Enim dalam Percepatan Penanganan Covid-19

Untuk jalan lingkungan kedepan sudah tidak ada lagi genangan-genangan air dijalan karena saluran drainase sudah diperbaiki dan diperbesar volumenya, dan yang sangat penting kelompok ini melakukan pemeliharaan yang baik dan rutin, kata Askod CD Mandiri yang murah senyum ini.

Ucin begitu sapaan rekan kerja memanggilnya menambahkan, Program KOTAKU merupakan perpanjangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selain melaksanakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat juga ada pengembangan kapasitas masyarakat yang salah satunya pelatihan pengembangan kapasitas masyarakat yang memiliki bidang keahlian pertukangan.

Dilanjutkan Ucin, pekerjaan infrastruktur melalui pemanfaatan BPM CFW sudah selesai dilaksanakan dengan mematuhi anjuran pemerintah mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Antusias dan minat masyarakat untuk ikut terlibat dalam kegiatan BPM CFW sangat tinggi di masing-masing Kelurahan/Desa yang ada di Kabupaten OKU tepatnya di delapan (8) Kelurahan/Desa.

Banyaknya keterlibatan tenaga kerja ada dampak positif dan negatifnya karena dengan banyaknya tenaga yang terlibat tentunya akan lebih banyak yang merasakan manfaat dari program CFW KOTAKU, pungkasnya (yudi).