BUPATI OKU Selatan Video Conference Dengan Gubernur Sumsel Terkait Perkembangan Covid-19

oleh -130 views
Bupati OKU Selatan Popo Ali MB Commerce

MUARADUA, Samudra.News-Bupati OKU Selatan Popo Ali MB Commerce ikuti rapat melalui Video Conference dengan Gubernur Sumsel Herman Deru, Ketua DPRD Sumsel, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs, Priyo Widyanto, MM, Kejaksaan Tinggi Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya dan Kabupaten/Kota se Sumatera Selatan.

Dari pantauan media acara tersebut selain dihadiri Bupati OKU Selatan juga terlihat Ketua DPRD OKU Selatan Heri Martadinata, SE, Kapolres OKU Selatan AKBP. Deny Agung Andriana, SIK, MH, Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan Edi Irsan Kurniawan, SH, MHum.

Kemudian Perwira Penghubung Kodim 0403/OKU, Sekda OKU Selatan H. Romzi, SE, MSi,  Kepala Dinas Kominfo OKU Selatan Frman Bastari, SSTP, MSi, dan Kepala OPD OKU Selatan lainnya.

Rapat melalui Video Conference (Vidcon) Aplikasi Zoom ini digelar dalam rangka meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Wilayah Sumatera Selatan. Bertempat di Ruang Vidcon Dinas Kominfo Kabupaten OKU Selatan, Jum’at (17/4/2020).

Gubernur, Kapolda dan Ketua DPRD Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa saat ini orang dalam pemantauan (ODP) di wilayah Sumatera Selatan berjumlah 613 dan sangat memungkinkan untuk bertambah. Gubernur juga menyampaikan bahwasannya ODP ini kadang sulit dipantau karena kurangnya kesadaran dari pendatang.

Gubernur juga menyampaikan bahwa ada 37 positif, dan jumlah ini merupakan hasil komulatif. 5 orang sembuh dan artinya masih ada 32 yang positif. Sedangkan untuk korban meninggal kasus Covid-19 berjumlah 2 orang. Melihat perkembangan yang terjadi Gubernur mengungkapkan bahwa virus ini bisa disembuhkan dan Gubernur sangat optimis.

Dalam kesempatan ini juga Gubernur Sumatera Selatan mengingatkan bahwa ada 9 Kabupaten/Kota yang selalu menghadapi Karhutla, meskipun sedang fokus terhadap wabah Covid-19 Kabupaten/Kota ia meminta harus antisipasi terhadap bencana Karhutla.

BUpati, Ketua DPRD, Kapolres dan Kajari OKU Selatan

Gubernur juga meminta kepada Kepala Daerah untuk melakukan upaya penanganan masalah perekonomian dan berbagai dampak lainnya akibat Covid-19 dan juga dilakukan persiapan dengan baik serta dilakukan secara bertahap karena wabah ini belum diketahui kapan akan berakhir dan belum bisa diprediksi.

Baca Juga :   Dua Atlet Balap Sepeda OKU Ikuti Kejurnas dan Kualifikasi Pra-PON Papua 2020

Bupati OKU Selatan Popo Ali dalam kesempatan tersebut melaporkan kepada Gubernur Sumatera Selatan dan Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, bahwasannya saat ini kondisi OKU Selatan bisa dikatakan masih dalam keadaan kondusif.

Jumlah ODP 183 Orang, 43 masa pemantauan pasif, 140 sehat selesai masa pemantauan. Sedangkan untuk PDP ada 3 telah dirawat di RSUD Muaradua, setelah menjalani perawatan beberapa hari dan telah melaksanakan serangkaian tes, Alhamdulillah hasilnya Negatif.

Namun untuk memastikan, Tim Kesehatan OKU Selatan tetap melaksanakan pemantauan kepada tiga (3) PDP ini dengan isolasi mandiri di rumah.

Kegiatan Vicon di Kantor Kominfo OKU Selatan

Bupati menjelaskan untuk kondisi saat ini Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 OKU Selatan fokus bagaimana screning (penyaringan) di pintu masuk perbatasan Kabupaten secara ketat. Saat ini ada dua posko yang terdapat di dua pintu masuk, pertama melalui jalur OKU Induk dan OKU Timur, dan jalur kedua melalui jalur Lampung Barat.

Bersama OPD, TNI, Polri, Pol-PP setiap kendaraan masuk dilakukan penyaringan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Bupati juga menjelaskan bahwa dari masing-masing tingkatan pemerintah dari Kabupaten hingga ke desa telah bekerjasama dengan baik.

Bersama-sama OPD di masing-masing wilayah di 19 Kecamatan telah memantau dan mengisolasi secara mandiri apabila ada warga yang baru mudik atau pendatang. Mengingat saat ini OKU Selatan memasuki musim panen Kopi dan Jagung.

Sehingga banyak pendatang dan pemudik yang mempunyai kebun datang kembali ke OKU Selatan. Diakhir laporannya Bupati OKU Selatan juga memohon doa agar OKU Selatan tetap dalam kondisi kondusif dengan jumlah yang Positif Covid-19 masih kosong, pungkasnya (yudi).