Unjuk Rasa Mahasiswa OKU Berjalan Damai, Massa Diluar Pagar Lempar Batu Dibalas Gas Air Mata

oleh -773 Dilihat

BATURAJA,Samudra.News-Unjuk rasa perwakilan Mahasiswa yang ada di kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berlangsung sejuk, tertib dan damai yang berlangsung di halaman Gedung DPRD OKU, Senin (01/09/2025).

Dari pantauan media aksi unjuk rasa tersebut di hadiri langsung Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, Wakil Bupati OKU H. Marjito Bachri, Ketua DPRD OKU H. Syahril Elmi, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, Dandim 0403/OKU, Rektor Universitas Baturaja, Ir. Hj. Lindawati, MT dan Tokoh Masyarakat lainnya.

Beberapa perwakilan mahasiswa yang ditemui oleh awak media menyatakan, “Kami yang tergabung dalam HMI OKU, menyuarakan tuntutan antara lain : 1. Mendesak kepada pemerintah untuk tidak merealisasikan kenaikan gaji atau tunjangan kepada DPR, 2. Mendesak kepada DPR untuk segera mensahkan UU Perampasan Aset, 3. Evaluasi kinerja DPR hingga ke DPRD”.

Penyerahan poin poin tuntutan mahasiswa yang diterima langsung oleh Ketua DPRD OKU disaksikan oleh Bupati  OKU, Wakil Bupati OKU, Kapolres OKU, Dandim 0403/OKU

Mahasiswa menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara, serta mengutuk keras tindakan represif aparat yang menyebabkan meninggalnya seorang pengemudi ojek online beberapa hari lalu.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti berbagai persoalan lokal. Mereka meminta penyelesaian kasus-kasus hukum di OKU terutama OTT KPK, serta menegaskan agar aparat penegak hukum tidak membatasi ruang gerak aspirasi mahasiswa.

Kami mohon jangan dibatasi. Banyak yang ingin kami sampaikan, karena ini menyangkut kondisi masyarakat yang masih banyak kesulitan secara ekonomi,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya.

Bupati dan Wakil Bupati OKU dalam kesempatan itu menyatakan menerima serta menyepakati aspirasi mahasiswa, dan berkomitmen untuk menyampaikan serta menindaklanjutinya sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Pembacaan tuntutan kepada pemerintah Pusat dan DPR RI di Jakarta serta tuntutan kepada Pemkab OKU dan DPRD OKU

Aksi ditutup dengan pernyataan bersama antara Mahasiswa, Pemkab OKU, dan unsur Forkopimda, yang menegaskan bahwa penyampaian aspirasi mahasiswa merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijaga dengan damai, tertib, dan bermartabat.

Baca Juga :   KURYANA AZIS Melaunching Ikatan Music OKU & IMO Harus Mematuhi 13 Persyaratan

Usai mahasiswa berunjuk rasa di tempat yang sama, dilanjutkan dengan Masyarakat yang berunjuk rasa namun karena tidak ada permohonan izin dari kepolisian mareka hanya bisa berunjuk rasa diluar pagar DPRD.

Karena tidak dibolehkannya masuk ke dalam halaman Kantor DPRD OKU masa melakukan pelemparan batu dan air mineral kearah aparat keamanan dari Polres OKU dan masa berusaha merusak pagar kantor DPRD OKU.

F

Ketegangan meningkat, hingga aparat terpaksa mengambil langkah tegas dengan menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Sejumlah petugas keamanan ikut terpancing emosi dan membalas lemparan batu ke arah massa. Situasi baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.00 WIB, setelah aparat memukul mundur massa dan kondisi kembali berangsur kondusif.

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, apalagi hanya ikut-ikutan karena terpengaruh isu yang beredar di media sosial. “Kami minta masyarakat tetap tenang. Jangan sampai terprovokasi atau ikut-ikutan hanya karena melihat informasi di media sosial,” pungkasnya.(yudi)